Perusahaan tambang multinasional Kalimantan Gold Corporation Ltd., Senin lalu mengumumkan telah mengakuisisi lima konsesi penambangan dari kelompok Mesra Grup. Bonusnya hingga US$ 25 juta. Siapa Yusi Ananda pemilik Mesra Grup?

oleh Rusdi Mathari

DALAM SIARAN PERS YANG TERCANTUM PADA SITUS kalimantan.com disebutkan Kalimantan Gold Corporation Ltd. telah meneken kontrak persetujuan untuk mengambil alih 75 persen saham konsesi penambangan di Kalimantan Timur dari kelompok usaha Mesra. Selama proses due diligence KGC memiliki hak eksklusif untuk melakukan penambangan di lima KP yang dimiliki Mesra Grup selama enam bulan. Pada akhir proses itu, KGC berencana akan menggandeng PT GMT Indonesia. Perusahaan yang disebut terakhir kelak akan kebagian 5 persen saham dari total 75 persen yang dikantongi oleh KGC.

Jika harus ada yang menarik dari proses akuisisi itu adalah rencana dari KGC yang merencanakan bonus senilai US$ 3 juta hingga US$ 25 juta kepada Mesra Grup. Perusahaan terdaftar di Bermuda dan berkantor di British Columbia, Kanada itu juga menyebut Mesra Grup sebagai “securing good coal areas” yang selama ini sudah mendapat kepercayaan dari investor Korea Selatan, India, dan Timur Tengah. Lalu siapa Mesra Grup?

Nama lengkap kelompok usaha ini adalah PT Mesra International Group. Yusi Ananda tercatat sebagai direkturnya. Yusi merupakan putra sulung dari KH M. Rusli, tokoh NU di Kalimantan Timur dan sekaligus pendiri Mesra Grup. Pernah bersekolah di perhotelan dan turis di Swiss, Yusi meraih MBA dari John Luther Business School Amerika Serikat. Selain sebagai pengusaha, Yusi dikenal sebagai penyanyi yang sudah mengeluarkan beberapa album, mahir berbahasa Jerman dan Inggris, juga bahasa Jawa logat Jawa Timuran.

Bidang usaha yang dimasuki oleh Mesra Grup meliputi banyak sektor. Di properti Mesra Grup dikenal terutama karena membangun Hotel Mesra International, hotel berbintang pertama yang ada di Samarinda. Hotel ini merupakan unit usaha yang kali pertama ditekuni oleh Mesra Grup pada 1993. Dulu namanya Mesra Hotel, tanpa embel-embel internasional. Perusahaan ini juga membangun pusat perbelanjaan Mesra Indah Mall, dan restoran Lipan Hill. Di Balikpapan, Mesra Grup membangun Open House, resort yang dibangun di atas bukit. Mesra Grup juga bergerak di bisnis penyedia aplikasi melalui PT Mesr@soft Informatika, bisnis radio melalui PT Mesra Media, bisnis hiburan (PT Mesra Enterprise), bisnis katering (PT Mesra Catering) dan sebuah yayasan nirlaba bernama Yayasan Bunga Bangsa.

Di pertambangan nama Mesra Grup mulai muncul sekitar lima tahun lalu dengan mendirikan PT Mesra Mining. Ini merupakan holding dari lima perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, yaitu PT Mesra Energy International, PT Mesra Bara Khatulistiwa, PT Mandira Mitra Coalindo, PT Mandira Metropole Coalindo dan PT Mesra Noronco Energy. Masing-masing perusahaan itu memiliki KP tersendiri.
Mesra Energi memiliki konsesi batu bara di Kaliorag, Tanjung Alung; konsesi batu bara Mesra Bara terletak di daerah Sepaku, Jonggon dan Loa Kulu. Perusahaan ini menggandeng investor dari Korea Selatan. Mandiri Mitra dan Mandira Metropole menguasai konsesi batu baru masing-masing di Muara Badak (Kutai Kartanegara), dan Berau. Sementara Mesra Norinco, dipersiapkan untuk menangani subsektor pembangkit tenaga listrik (PLTGU), perdagangan minyak dan gas.

Lewat serangkaian investasi yang dilakukan tahun ini, Yusi yakin omzet penguasaan pasar Mesra Grup akan bertumbuh hingga 30 persen. Paling tidak, begitulah perhitungan Yusi. Tentang kontrak dengan KGC dan soal bonus itu, kata Yusi, “Iya tapi tetap subject to deposit.”