Dialah orang Indonesia keturunan Minang yang mencipta lagu kebangsaan Singapura, Majulah Singapura. Salah satu lagunya yang dibuat untuk film Dang Anom bahkan memenangi penghargaan Festival Film Asia ke-9 di Seoul, Korea Selatan pada 1962.
oleh Rusdi Mathari
PESERTA PELATIHAN MEDIA CORP ASAL Indonesia terperangah dengan penjelasan Menteri Negara Senior Urusan Luar Negeri Singapura, Zainul Abidin Rasheed. Di tengah kunjungan peserta pelatihan ke Istana Kampong Gelam Singapura, Senin, Zainul yang berdiri di samping sebuah patung manusia menjelaskan asal-usul patung tersebut. Menurut Zainul, itulah patung Zubir Said, pencipta lagu kebangsaan Singapura yang berasal dari Indonesia (Minang).
Kantor berita Antara, sayangnya tak menjelaskan bagaimana keterkejutan para peserta pelatihan asal Indonesia mendengar penjelasan Zainul itu kecuali hanya mengutip pernyataan Zainul. Menurut Zainul, Zubir Said telah memberikan kontribusi yang sangat berarti atau fundamental bagi Singapura yang didiami warga negara dari multi bangsa. Itu saja.
Bagi sebagian orang termasuk para peserta pelatihan itu, informasi Zainul mungkin memang mengejutkan meskipun berita itu sudah lama diketahui oleh sebagian yang lain. Dua tahun lalu, dalam acara yang sama yang juga mengundang peserta dari Indonesia, Zainul sebetulnya juga sudah menjelaskan hal serupa. Namun penjelasan Zainul tak terlalu menarik perhatian orang, rupanya, hingga muncul berita seperti di Antara pada 12 Mei 2008.
Siapa Zubir Said? Lahir di Bukit Tinggi pada 22 Juli 1907, Zubir adalah anak dari Mohamad Said bin Sanang. Zubir baru berusia 7 tahun ketika ibunya meninggal dunia. Saudaranya berjumlah delapan; 3 laki-laki dan 5 perempuan. Sejak masa kanak, bakat Zubir bermain musik sudah terlihat ketika dia misalnya diketahui sangat piawai memainkan suling, gitar dan drum. Tak ada yang mengajari Zubir melainkan semuanya merupakakan bakat alam.
Sebelum merantau ke (pulau) Singapura pada 1928, Zubir diketahui pernah bersekolah di Belanda. Panggilan hatinya untuk bermusik, membuatnya meninggalkan Belanda meskipun pilihannya itu ditentang oleh sang ayah. Di Singapura, dia bergabung dengan Grup Bangsawan, sebuah kelompok opera yang para pemainnya berasal dari bangsa Melayu. Di kelompok itu Zubir tak bertahan lama, karena dia kemudian memutuskan bekerja untuk perusahaan rekaman His Master’s Voice pada 1936. Di perusahaan itulah, Zubir bertemu dengan Tarminah Kario Wikromo, perempuan Jawa yang dikenal sebagai penyanyi keroncong yang pada 1938 dipinangnya sebagai istri.
Zubir sebetulnya sempat pulang dan menetap kembali di Bukit Tinggi setelah menikah. Dia baru kembali ke Singapura pada 1941 dan terus menetap di sana hingga meninggal pada 1987. Masa kedua kehidupannya di Singapura, dia lewatkan dengan bekerja pada surat kabar Utusan Melayu sebagai fotografer dan penulis paruh waktu. Tujuannya semata agar dia punya kesempatan lebih banyak untuk bermain musik dan menuliskannya di surat kabar.
Karir musik Zubir mulai mentereng ketika pada 1957, untuk kali pertama karya musiknya dipentaskan untuk umum di Victoria Teater. Pada tahun berikutnya, Dewan Kota Singapura menetapkan salah satu komposisi Zubir sebagai lagu resmi kota Singapura. Lagu berjudul Majulah Singapura itulah yang belakangan kemudian ditetapkan menjadi lagu kebangsaan Singapura ketika negara itu merdeka pada 9 Agustus 1965.
Sebelum kemerdekaan Singapura itu, Zubir sudah mencipta beberapa lagu termasuk untuk soundtrack film yang dibuat oleh Cathay Keris. Salah satu lagu yang dibuat Zubir untuk film Dang Anom bahkan memenangi penghargaan Festival Film Asia ke-9 di Seoul, Korea Selatan pada 1962. Beberapa komposer dan pengamat musik menilai karya Zubir sebagai lagu Melayu yang sebenarnya karena musiknya banyak berkaitan dengan sejarah dan nilai-nilai Melayu terutama Minang dan membangkitkan semangat kebangsaan pada 1950.
Sebelum penyakit kuning menderanya hingga dia meninggal pada 16 November 1987, Zubir diketahui telah membuat karya musik hingga 1.500 judul. Lagu-lagu itu belum seluruhnya dipublikasikan karena Zubir terlalu serius mengajar seniman-seniman muda tentang seni musik daripada mengurusi rekaman lagu-lagunya. Lagu-lagu ciptaan Zubir yang terkenal antara lain, Sang Rembulan, Sayang Disayang, Cinta, Selamat Berjumpa Lagi, Nasib Malang, Anak Daro, Setangkai Kembang Melati, dan Kumang dan Rama-Rama.
Sejak 2003, pemerintah Singapura merenovasi Istana Kampong Gelam. Itulah istana peninggalan Sultan Ali, anak Sultan Hussein Shah dari Kesultanan Johor-Riau, yang dibuat pada lebih kurang 167 tahun silam. Sebelum diresmikan sebagai museum dan dibuka untuk umum pada 4 Juni 2005, renovasi istana menelan Sin $ 17 juta. Zainul adalah wakil ketua Yayasan Warisan Malaysia yang antara lain membawahi Istana Kampong Gelam. Istana yang terletak di Taman Warisan Melayu Singapura itulah, antara lain dipajang patung Zubir Said.
Setiap tahun, Singapura mengundang para wartawan termasuk dari Indonesia untuk mengunjungi istana tersebut tapi rupanya wartawan dari Indonesia yang kali ini datang ke sana, baru kali ini tahu bahwa pencipta lagu kebangsaan Singapura Majulah Singapura adalah Zubir Said, orang Indonesia berdarah Minang. Belum ada penjelasan, apakah Zubir meninggal sebagai warga negara Singapura, atau tetap berkebangsaan Indonesia.
Sumber: Antara, Pelaminanminang.com, The Sunday Times
Keterangan Foto: Zubir Said-The Sunday Times 7 Oktober 2007
DIarsipkan di bawah: Did You Know, Story | Ditandai: Bukit Tinggi, Festival Film Asia, Indonesia, Istana Kampong Gelam, Istana Kampung Gelam Singapura, Jawa, Keroncong, Lagu Kebangsaan, Malaysia, Media Corp, Melayu, Minangkabau, Musik, Singapura, Tarminah Kario Wikromo, Utusan Melayu, Victoria Teater, Zainul Abidin Rasheed, Zubir Said












Oh ternyata dan ternyata…. kalau Malaysia ada P. Ramlee (berdarah Aceh) maka Singapura punya Zubir Said (berdarah Minang).
Hmmm… sumatera punya marwah di tanah melayu.
Yah, coba dia merantau ke Jakarta dan membuat lagu Majulah Indonesia..
Salam
coretanpinggir.wordpress.com
itu satu bukti kecil bahwa lndonesia soko guru di ASEAN.
Lagu kebangsaan Malaysiapun “Negaraku” Jiplakan/plagiat dari lagu Terang Bulan yg tahun 30an dinyanyikan oleh Rudy Van Dlm Indo Jawa Belanda.
Indonesia menjadi guru2 bagian orang Malaysia,
Dari Buya Hamka, STA, Rendra dll memberikan mencerahan bagi Malaysia. Anwar Ibrahim dalam pertemuan di Habibie Center mengakui Peran guru-guru Indonesia.
Malah ada toko buku Buya Hamka di Menara Kembar yang merupakan bentuk dari prorotif Candi Prambanan.
Makanya aneh bgt kalo saat ini rang Malaysia menistakan orang Indoensia.
Kemerdekaan Malaysia tahun 1957 juga hasil dari konferansi Asia Afrika di Bandung tahun 1955 agar menjajah melepaskan daerah jajahnnya.
Perdana Mentri Malaysia Tun Abdul Razak (PM ke 2) asli Bugis, pun Sultan2 Johor keturanan Riau atau Jawa.
Tapi Malaysia begitu angkuh, Orang Kaya Baru
Melupakan sejarah
Pangeran Jayavarwan dari Jawa yg membangun Kamboja dan Candi Angkor Wat
Singapura atau Temasek adalah wilayah Majapahit,
begitu Dalam Negarakertagama, semenanjung Malaka wilayah Majapahit.
Pendiri Malaka Paramweswari adalah Pangeran Majapahit, yg masuk Islam menjadi Iskandar Syah.
Kebetulan sekarang saya berdomisili di Singapura. Zubir Said waktu meninggal sudah berkewarganegaraan Singapura
lagu kebangsaannya singapura itu sangat heroik dan kental dengan budaya melayunya…
eh gag taunya buatan urang awak!!!
bangga saya menjadi orang Indonesia, khususnya menjadi orang Bukittinggi… hahahaha…
“marilah kita bersatu…”
(betul tuh kata coretan pinggir, andai dia di Indonesia, gag ke s’pore, pasti kita ada lagu wajib “Majulah Indonesia” hahahhaha..)
untuk si polan uang menggunakan email ini: didyjayakarta@gmail.com
anda mengemukakan fakta yang gak benar sama sekali.
Pertama: Tentang Lagu kebangsaan Malaysia, asalnya bukan dari syair Terang Bulan. Malah Syair terang Bulanlah yang mengambil bait-baik puisi Lagu Negaraku.
Kedua: Sultan-sultan Johor bersusur-galur dari Bugis. Bukan Jawa. Ingat, Bugis bukan indonesia waktu itu kerana Indonesia belum lagi tercipta. Semua wilayah di Nusantara ini terbuka untuk siapa saja terokai.
Ketiga: Riau tak pernah punya empire. Riau menjadi takluk Johor selepas kejatuhan Melaka. Sultan-sultan Johor silih berganti kota untuk memerintah negeri. Dan jajahaan Riau dan Lingga mendapat Yam Tuan (berfungsi seperti gurbenur) dalam pemerintahan Sultan Johor. Riau hanya berkerajaan sendiri selepas campurtangan Belanda melalui treaty tahun 1824. Melalui treaty itu, Johor terpecah dua bagian. selatan singapura kepada Belanda dan dibagian utara kepada Inggeris.
Yam Tuan Riau kemudian diangkat menjadi Sultan dengan nasihat Belanda, ertinya menjadi sultan boneka yang tak punya kuasa apa2 melainkan atas telunjuk Belanda.
waduh waduh….
orang maling teriak maling.
emang malaysia gak tau diri banget. udah jelas jelas nyuri, eh masih ada pembelaan. malah pake nyodorin data sejarah lagi.
malaysia memang tak pernah punya identitas yang patut dibanggakan. kemerdekaan aja hasil belaskasih orang inggris. lagu kebangsaan jiplakan dari lagu indonesia. isi kepalanya juga nyomot dari guru2 indonesia. malah pekerjaan rumah tangga juga masih minta tolong ama orang indonesia.
mungkin buku pelajaran sejarah di malaysia isinya adalah catatan panjang kasus pencurian yang dilakukan oleh orang malaysia kepada indonesia.
saya diceritain teman yang pernah tinggal di negeri sembilan, kata mereka (warga disana), nenek moyang istana pagaruyung yang di MInangkabau asal usulnya dari Negeri Sembilan…..
Ketawalah temanku itu …….
Kebalik oiii ……. Yang Negeri Sembilan itu asal usulnya dari Pagaruyung di Sumatera Barat (Minangkabau)
Tak mungkin dia buat lagu Majulah Indonesia, regim berkuasa pastilah mencuranginya karena dia orang Minang (pemberontak) Regim Soekarno dan Soeharto yang menghinakan orang Minang dan membual pasal sejarah . Takkanlah ia (Zubir Said) dikenang dalam sejarah Indonesia masa tu. Indonesia Raya itu sebenarnya ciptaan M. Yamin, pun Pancasila (tengoklah indikasi dari kata-katanya yang seirama mengikut karya-karya M. Yamin yang lain).
Singapore lebih gentle mengakuinya. Itu lebih baik daripada Malingsial yang bisanya hanya maling dan menunjukkan betapa miskin budaya mereka.
oh,,,,,
smuanya pda gag tw mlu.malaysia ma singapura sama aja,,,,
Mohon ijin untuk membuat link tulisan ini di web mulitply saya. Terimakasih.