Popularitas Para Penipu

Dalam setahun ke depan hingga habis masa Pemilu 2009, penampilan para penipu dan badut itu celakanya akan semakin kerap menyinggahi ruang publik, melalui siaran televisi dan radio, dicetak di lembaran koran, majalah, spanduk dan baliho lalu menyelinap seolah teror ke ruang keluarga, di banyak rumah warga Indonesia.

Baca lebih lanjut »

Untuk Kematian yang Lebih Baik

Listrik saat ini telanjur menjadi salah satu kebutuhan utama manusia dan celakanya, di Indonesia PLN memegang kendali penuh atas kebutuhan utama tersebut.

Baca lebih lanjut »

Manuver Adaro

Meskipun seandainya Adaro beralasan penghentian pasokan batu bara ke PLTU Cilacap karena persoalan utang piutang, namun Adaro sulit mengelakkan tuduhan bahwa penghentian pasokan batu bara itu merupakan manuver Adaro untuk mendapatkan kepastian IPO.

Baca lebih lanjut »

Harta dengan 0 Sembilan

Jika benar sumbangan Khofifah berasal dari harta pribadi maka hartanya yang sebesar Rp 3,6 miliar logikanya sudah habis karena sumbangannya kepada NU Jawa Timur bisa mencapai Rp 6 miliar.

Baca lebih lanjut »

Beasiswa Peliputan Tembakau

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta dan Kantor Berita Pena Indonesia membuka kesempatan bagi jurnalis media cetak dan online di seluruh Indonesia untuk berkompetisi merebut beasiswa peliputan investigatif bertema “Mendorong Kebijakan Publik untuk Pengendalian Tembakau”

Baca lebih lanjut »

Etika Dendam

Sulit untuk tidak mengatakan bahwa pencopotan Rizal Ramli sebagai Komisaris Utama PT Semen Gresik tidak dilatarbelakangi oleh dendam, yang masih tersimpan antara Rizal dan pemerintahan SBY-JK.

Baca lebih lanjut »

Apa yang Terjadi Pak Dokter?


Seperti halnya kelahiran, kematian manusia sepatutnya mendapat penghormatan. Maftuh akan tetapi telah dinistakan oleh para dokter yang terhormat itu bahkan sesudah kematiannya.

Baca lebih lanjut »

Usman Hamid tentang Muchdi PR

Perlu nyali dan keberanian besar untuk mencegat seorang perwira tinggi seperti Muchdi yang pernah memimpin Kopassus kesatuan elit yang dimiliki TNI-AD, apalagi dengan harus menyentuh dada si perwira.

Baca lebih lanjut »

Mencari Joker di Kejaksaan Agung

Kata Jaksa Agung, dirinya berada di luar masalah dan harus menyelesaikan masalah kasus suap Artalyta Suryani yang menyeret nama-nama petinggi Kejaksaan Agung. Lalu kalau begitu, siapakah sebetulnya Joker yang disebut oleh Artalyta dan Kemas?

Baca lebih lanjut »

Dalam Waktu Dekat

Lalu siapakah yang bisa menyuruh Pollycarpus untuk membunuh Munir, jika dia bukan orang kuat dan memiliki pengaruh— setidaknya di lembaga, tempat Pollycarpus sejauh ini bertugas selain di Garuda Indonesia?

Baca lebih lanjut »