Yang Terhormat Jenderal Yudhoyono

Seorang teman bahkan berdalih, Anda memang pantas jadi presiden karena postur tubuh Anda yang tinggi besar yang menurutnya tidak akan memalukan jika bersanding dengan para pemimpin negara lain. Baca selebihnya »

Iklan Liar Satu Putaran

Penolakan Yudhoyono yang dikaitkan dengan gerakan Pilpres Satu Putaran Saja, mestinya memang dianggap sebagai bukan sebuah kebohongan. Tapi pernyataan Kalla, yang menganggap iklan gerakan itu sebagai iklan ilegal, mestinya juga diyakini sebagai sesuatu yang serius. Baca selebihnya »

Mari Menjual Agama Bu Hera

Di musim kampanye seperti sekarang, apa pun memang bisa dijual juga agama. Yang tidak biasa akan dibiasakan. Yang tidak rajin ke masjid akan dibuat agar duduk di barisan paling depan jemaah. Yang biasanya tidak memperhatikan pers, akan menjadi pelindung pers. Baca selebihnya »

Suara Sunyi Eka

Ketika orang-orang penting itu sibuk berkampanye telah berhasil meningkatkan kesejahteraan rakyat, di sudut yang pengap, seorang anak telah mati karena kelaparan dan seorang bayi terbaring lemas berbalut kulit. Baca selebihnya »

Mencari Pembayar Iklan Capres

Mestinya memang sulit untuk hanya percaya pada laporan KPU tentang jumlah dana kampanye dari tiga kandidat yang totalnya hanya berjumlah Rp 50 miliar jika belanja capres untuk iklan saja mencapai Rp 3 triliun. Baca selebihnya »

Debat Termehek-Mehek

Mega mengarahkan pandangannya ke Yudhoyono. Matanya tajam menatap. Pendukung Mega yang hadir di acara debat itu bertepuk tangan. Anis Baswedan yang menjadi moderator, mengisyaratkan tangan kepada Yudhoyono, agar tidak segera menjawab. “Silakan giliran Anda, Pak Presiden,” kata Anis, kemudian.

Baca selebihnya »

Gosip Satu Putaran ala Denny

Kamis sore nanti, gerakan Pilpres Satu Putaran Saja ala Denny JA akan dideklarasikan di Pekan Raya Jakarta. Saat itulah, Denny mungkin akan mengumumkan hasil terbaru survei lembaganya tentang popularitas para kandidat presiden dan wakilnya: Mega-Pro di bawah 10 persen, SBY-Boediono di atas 60 persen, dan JK-Win di bawah 10 persen. Baca selebihnya »

Jalan Itu Dibelah Kalla

anak_indonesiaDi sini, sesuatu yang mestinya sederhana telah diperumit. Publik dilelapkan oleh banyak kepuraan-puraan termasuk dalam soal agama itu. Indonesia lalu hanya menjadi milik Susilo, Budiono yang Jawa, bukan Agam atau Buyung yang non-Jawa, dan bukan Johanes dan Wayan yang non-Muslim. Baca selebihnya »

Pak Nejad yang Luar Biasa

Mahmoud AhmadinejadBagaimana Mousavi yang katanya santun itu dan juga para pendukungnya lalu menuding Ahmadinejad telah berlaku curang dalam pemilu sementara sebagai Presiden Iran, Ahmadinejad bahkan tak pernah mengambil gajinya sebagai presiden dan hanya sarapan setangkup roti? Baca selebihnya »