Cari

Rusdi GoBlog

Karena jurnalistik bukan monopoli wartawan

Tag

Yudhoyono

Di Balik Layar LSI

Di belakang LSI berdiri sejumlah pengusaha dan pejabat negara. Antara lain Kepala BPN, Joyo Winoto. Dia adalah promotor SBY ketika mengambil program doktor di IPB. Pernah pula menjadi konseptor ekonomi dan  dewan pengarah juru kampanye nasional tim kampanye SBY-Kalla pada Pemilu Presiden 2004. Siapa lainnya? Lanjutkan membaca “Di Balik Layar LSI”

Prita, Khoe dan Ibas

Laporan terbaru Amnesty International menyebutkan, sepanjang tahun lalu  pemerintahan Indonesia telah terus-menerus membatasi kebebasan berekspresi secara ketat. Jumlah orang yang ditangkap dan ditahan karena mengekspresikan pendapat mereka secara damai meningkat setidaknya menjadi 32 orang. Di luar itu ada 85 orang yang dipenjarakan di tahun sebelumnya dan masih tetap berada di penjara. Lanjutkan membaca “Prita, Khoe dan Ibas”

Sohibul Barokah, Berkah Yudhoyono

Biaya Audit Laporan Dana KampanyeKPU menyebutkan dana kampanye terbesar untuk pasangan SBY-Boediono berasal dari PT Sohibul Barokah, PT Trimanunggal Cipta Abadi dan PT Sohibul Experindo Internasional. Siapa pemiliknya dan bergerak di bidang apa tiga perusahaan itu? Lanjutkan membaca “Sohibul Barokah, Berkah Yudhoyono”

Siapa di Belakang Apa

Inilah sebagian pengusaha yang berada di belakang masing-masing para kandidat pasangan presiden dan wakil presiden yang bertarung di Pemilu Presiden 2009. Yudhoyono paling banyak ditopang pengusaha? Lanjutkan membaca “Siapa di Belakang Apa”

Ical Bakrie, Politik Dua Wajah Itu

Aburizal Bakrie

Aburizal Bakrie kini cenderung lebih dekat dan menyokong Susilo Bambang Yudhoyono,  bahkan  menjadi bagian dari tim sukses pemenangan incumbent itu dalam Pemilu Presiden 2009. Dia meninggalkan  Jusuf Kalla, sahabat seiring yang selalu membelanya.

Lanjutkan membaca “Ical Bakrie, Politik Dua Wajah Itu”

Sindikasi Yudhoyono

Susilo Bambang YudhoyonoLalu jika  korupsi didefinisikan sebagai mengambil keuntungan dari aset negara untuk kepentingan sendiri atau kelompok, tidak harus uang, melainkan untuk mempertahankan kekuasaan politik— maka keterlibatan para menteri, petinggi BUMN dan pejabat lainnya itu, mestinya juga tak bisa tidak dianggap sebagai perilaku kolutif.  Ini pula akan menjadi taruhan reputasi Yudhoyono sebagai sosok yang selalu mengaku taat hukum. Lanjutkan membaca “Sindikasi Yudhoyono”

Pak Boed yang Tidak Saya Kenal (4-habis)

BoedionoTerlepas dari perdebatan apakah Boediono penganut neoliberalisme dan sebagainya, kesantunan dan kesederhanaannya tak harus menutupi, peran lain Boediono sebagai pejabat publik. Tak pula karena alasan kursi-kursi di rumahnya, sudah banyak yang bolong seperti yang kemudian juga ditulis oleh Faisal. Lanjutkan membaca “Pak Boed yang Tidak Saya Kenal (4-habis)”

Pak Boed yang Tidak Saya Kenal (3)

BoedionoMerujuk kepada Peraturan Presiden Nomor 77 Tahun 2007 junto Perpres No. 111 /2007 tentang Daftar Negatif Investasi, investasi asing pada bisnis telekomunikasi jaringan tetap (fixline) ditetapkan maksimal sebesar 45 persen. Namun Indosat rupanya merupakan pengecualian. Kali pertama Indosat dijual kepada STT (Temasek) 15 Desember 2002, menteri BUMN waktu itu dijabat oleh Laksamana Sukardi (sekarang menjadi petinggi di Partai Demokrasi Pembaruan, pecahan PDIP, yang sekarang juga merapat ke Yudhoyono) dan Boediono sebagai menteri keuangan. Lanjutkan membaca “Pak Boed yang Tidak Saya Kenal (3)”

Tiga Deklarasi Tiga Capres

Bung Karno dan Bung Hatta Membacakan Teks Proklamasi 1945Dari hingar-bingar soal deklarasi itu, menarik memerhartikan “gaya” dari tiga pasangan capres dan wakilnya itu. Tiga deklarasi itu sekaligus juga seolah ingin menunjukkan, kelas masing-masing pasangan, siapa mewakili apa dan karakter mereka. Lanjutkan membaca “Tiga Deklarasi Tiga Capres”

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: