Cari

Rusdi GoBlog

Karena jurnalistik bukan monopoli wartawan

Tag

Sukarno

Sinar Harapan, innalillahi…

Foto Rusdi Mathari
Foto Rusdi Mathari

Sinar Harapan baru bukan saja tidak ada lagi pembaca fanatiknya dan ditinggalkan para pengiklan, tapi lebih mirip sebagai koran nostalgia para pendirinya. Koran itu bahkan sudah kehilangan ruhnya sebagai koran yang selalu memuat berita keras, sungguh keras seperti yang pernah dilakukan Sinar Harapan sebelum diberedel, 1986. Dan masalah utama Sinar Harapan sejak diterbitkan kembali adalah tak selesai didera persoalan keuangan. Akut. Lanjutkan membaca “Sinar Harapan, innalillahi…”

Iklan kemerdekaan Papua

Apa yang salah dengan keinginan sebuah bangsa untuk merdeka? Atau haruskah urusan Papua diserahkan kepada Tuhan, seperti kata Menko Polhukam, Djoko Suyanto, dan sementara menunggu keputusan Tuhan itu, kita akan membiarkan orang-orang terus hidup dengan menyedihkan? Lanjutkan membaca “Iklan kemerdekaan Papua”

Pak Menteri

Di zaman sekarang, tentu sulit mencari orang-orang seperti menteri Syafruddin yang bersama keluarganya hidup serba kekurangan. Mungkin nyaris tidak ada. Tapi orang-orang yang berebut agar ditunjuk menjadi menteri, wakil menteri atau staf khusus, semakin banyak. Lanjutkan membaca “Pak Menteri”

Namin, bukan Megawati

Namin adalah salah satu dari sekian juta wong cilik yang setia mati kepada Megawati dan PDIP, dan kini terlupakan. Lanjutkan membaca “Namin, bukan Megawati”

Berganti Nama Xing-hu Kuo, Diculik Stasi (2-Selesai)

Saat mendaftar menjadi warga RRC, petugas di kedutaan RRC di Berlin memintanya menuliskan nama dalam huruf Tiongkok. “Saya tulis Kwee Hin Houw. Mereka bilang itu bahasa Hokian. Dalam bahasa Mandarin nama saya Xing-hu Kuo. Sejak itu nama saya Xing-hu Hou,” kata Houw. Lanjutkan membaca “Berganti Nama Xing-hu Kuo, Diculik Stasi (2-Selesai)”

Kwee Hin Houw, Generasi Terakhir Sin Po (1)

Belakangan Kek Beng malah mengontrak rumah di Cicendo, Bandung. Persis di depan markas Kempetai. “Ayah saya ingat pepatah Tionghoa ‘Kalau tak bisa menghindari macan duduklah di hidung macan’,” kata Houw. Di rumah itulah, Kek Beng bersama istri dan empat anaknya termasuk Houw tinggal selama pendudukan Jepang dan lolos dari hukuman mati. Lanjutkan membaca “Kwee Hin Houw, Generasi Terakhir Sin Po (1)”

Waspadai Ramalan Ke-7 Joyoboyo*

sujiwo tejoKeenam ramalan Joyoboyo yang sudah terjadi adalah runtuhnya Majapahit; Belanda masuk; hengkangnya Belanda; Jepang masuk; perang saudara; dan bertenggernya kekuasaan tentara. Adakah ramalan ketujuh bakal muncul? Lanjutkan membaca “Waspadai Ramalan Ke-7 Joyoboyo*”

Ini Sarinah Bukan Dakocan


Entah apa yang akan dikatakan Sukarno, andai dia melihat Sarinah dengan McDonald, Hard Rock dan barang-barang mewah itu, justru berasal dari jantung kapitalisme dunia yang pernah hendak dilawannya, Amerika Serikat.
Lanjutkan membaca “Ini Sarinah Bukan Dakocan”

Dua Tokoh Petisi 50 Tutup Usia

Ali Sadikin dan SK Trimurti adalah dua tokoh yang memiliki sikap keras dan pernah memberikan catatan tersendiri pada bangsa ini. Keduanya tutup usia dalam waktu yang hampir bersamaan hari ini.

Lanjutkan membaca “Dua Tokoh Petisi 50 Tutup Usia”

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: