Cari

Rusdi GoBlog

Karena jurnalistik bukan monopoli wartawan

Tag

Madura

Situbondo dik, bukan jalan Situbondo

Situbondo, dulu punya beberapa nama yang terkenal. Sekarang namanya banyak disebut oleh media, tapi dengan embel-embel “jalan” di depannya: Jalan Situbondo. Itulah satu ruas jalan di Menteng, Jakarta Pusat.Situbondo

Lanjutkan membaca “Situbondo dik, bukan jalan Situbondo”

Mereka sibuk menghitung langkah ayam [reportase kasus Syiah, Sampang]

Gambar diambil tanpa izin dari cartoonstock.com

Januari silam, saya mendatangi Karang Gayam dan Bluuran, Sampang, Jawa Timur untuk mencari tahu penyebab konflik Syiah-Sunni menyusul pembakaran rumah-rumah orang-orang Syiah dan pengusiran mereka. Inilah hasil reportase dan wawancara saya dengan sejumlah tokoh, kiai, pejabat Pemda Sampang, yang mudah-mudahan bisa membantu menjelaskan mengapa konflik Syiah-Sunni di Sampang tak kunjung berhenti, hingga kemarin harus ada yang tewas sia-sia. Lanjutkan membaca “Mereka sibuk menghitung langkah ayam [reportase kasus Syiah, Sampang]”

Saya Anggota Pak…

Malam itu sepulang dari Surabaya, di rumahnya di Bangkalan, Busairi dengan bangga bercerita tentang pengalamannya yang dicegat polisi di Surabaya karena tak mengenakan helm tapi kemudian berhasil lolos. Lanjutkan membaca “Saya Anggota Pak…”

Orang Madura, Tentara dan Polisi

Sudah sejak lama, sebagian orang Madura paling takut berurusan dengan polisi atau tentara. Kata mereka, tentara dan polisi menang senjata karena menggunakan pistol dan senapan yang berpeluru dibanding senjata mereka yang hanya celurit atau pisau. Namun ketakutan mereka kepada tentara dan polisi, memunculkan banyak cerita lucu.

Lanjutkan membaca “Orang Madura, Tentara dan Polisi”

Mati Ketawa Cara Madura

madamemohex.blogspot.com
Di Indonesia, tak ada cerita koran atau majalah mati dalam keadaan atau dengan cara ketawa. Pasti dengan sedih dan duka derita. Kenapa? Karena negara kita adalah negara Indonesia, bukan negara Madura.
Lanjutkan membaca “Mati Ketawa Cara Madura”

Percakapan dengan Ken Dedes

Wajah Ken Dedes dalam patung-www.flickr.com
Mata saya tak sekalipun lepas memandang wajah dan tubuh Ken Dedes yang sekarang tepat berada di depan saya, tidur di dipan yang terbuat dari kayu jati. Permaisuri dari dua raja Singosari itu, yang selama ini hanya saya dengar dari cerita para guru sejarah dan hanya saya baca dari beberapa buku sejarah dan novel, ternyata memang jelita. Tuhan seolah menumpahkan semua kesempurnaan pada perempuan ini: Bibir tipis, hidung bangir, buah dada padat, leher jenjang, lengan halus, dan kulit langsat kuning dengan wangi yang tak habis saya hirup. Lanjutkan membaca “Percakapan dengan Ken Dedes”

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: