show_image_in_imgtag.jpgWashington sempat ragu, tapi para pejabat dari pemerintahan Presiden Jimmy Carter tetap berbicara kepada media bahwa, “Mesjid Mekkah diduduki orang-orang bersenjata yang diyakini berasal Iran.” The New York Time menjadikannya sebagai headline pada Rabu pagi 21 November 1979. Berita semacam itu lalu beredar luas ke seluruh dunia dan menyulut sentimen anti-Amerika. Negara itu dituduh berada di balik aksi penguasaan Al Haram oleh Kelompok Juhaiman. Washington telah melakukan kesalahan besar dengan mengambil kesimpulan terhadap informasi yang belum benar-benar diketahui oleh intelijen mereka. Lanjutkan membaca “Pertumpahan Darah Pertama di Mesjid Al Haram”