Cari

Rusdi GoBlog

Karena jurnalistik bukan monopoli wartawan

Tag

Jurnalistik

Wartawan dan Kebohongan

Wartawan dan kebohongan adalah dua senyawa yang tidak boleh bersatu. Wartawan adalah profesi yang menuntut kejujuran dan keterusterangan dalam memperoleh dan mempublikasikan berita, dan berbohong adalah perilaku untuk mengelabui atau menutup-nutupi suatu fakta. Wartawan yang berbohong dengan beritanya, karena itu bisa disebut telah melakukan kejahatan terbesar kepada publik. Lanjutkan membaca “Wartawan dan Kebohongan”

Berganti Nama Xing-hu Kuo, Diculik Stasi (2-Selesai)

Saat mendaftar menjadi warga RRC, petugas di kedutaan RRC di Berlin memintanya menuliskan nama dalam huruf Tiongkok. “Saya tulis Kwee Hin Houw. Mereka bilang itu bahasa Hokian. Dalam bahasa Mandarin nama saya Xing-hu Kuo. Sejak itu nama saya Xing-hu Hou,” kata Houw. Lanjutkan membaca “Berganti Nama Xing-hu Kuo, Diculik Stasi (2-Selesai)”

Kwee Hin Houw, Generasi Terakhir Sin Po (1)

Belakangan Kek Beng malah mengontrak rumah di Cicendo, Bandung. Persis di depan markas Kempetai. “Ayah saya ingat pepatah Tionghoa ‘Kalau tak bisa menghindari macan duduklah di hidung macan’,” kata Houw. Di rumah itulah, Kek Beng bersama istri dan empat anaknya termasuk Houw tinggal selama pendudukan Jepang dan lolos dari hukuman mati. Lanjutkan membaca “Kwee Hin Houw, Generasi Terakhir Sin Po (1)”

Mencari Bushro lewat Wicaksono (Catatan Jurnalistik)

Lalu siapa pemilik blog Bushro yang menuliskan pernyataan pengakuan dari seseorang yang mengaku sebagai Noordin M. Top, yang kemudian dikutip oleh banyak situs berita itu? Lanjutkan membaca “Mencari Bushro lewat Wicaksono (Catatan Jurnalistik)”

Mitos Pers Bebas di Mata Olga Ivanova

Bentrok Rusia dengan Georgia membuka mata bahwa sesungguhnya pers Amerika memihak. Mereka menyerang Rusia, sekaligus menyembunyikan dosa Georgia. Dulu mereka dukung penyerbuan Iraq dengan dalih palsu.

Lanjutkan membaca “Mitos Pers Bebas di Mata Olga Ivanova”

Ke Eropa, 10 Wartawan Diundang Mittal

Sepuluh media dari Jakarta telah diundang oleh Arcelor-Mittal untuk mengirimkan wartawannya mengikuti kunjungan jurnalistik ke Eropa. Tujuannya agar 10 wartawan itu mendapat gambaran utuh tentang Arcelor-Mittal.

Lanjutkan membaca “Ke Eropa, 10 Wartawan Diundang Mittal”

Raja Petra dan Khoe Seng Seng


Dituduh menyebarkan hasutan lewat tulisan terhadap pejabat , seorang pengelola situs di Kuala Lumpur dipenjara. Di Jakarta, seorang penulis surat pembaca dihukum Rp 1 miliar. Lanjutkan membaca “Raja Petra dan Khoe Seng Seng”

LPDS, Freeport, dan Sekolah Jurnalistik

Freeport Indonesia membiayai sekolah jurnalistik LPDS yang ditujukan untuk wartawan yang tinggal di wilayah konflik, termasuk Papua. Tahun lalu Freeport mengantongi pendapatan hingga hampir US$ 17 miliar, tapi penduduk Papua di sekitar pertambangan masih banyak yang miskin.

Lanjutkan membaca “LPDS, Freeport, dan Sekolah Jurnalistik”

Bahkan Hingga Mati, Soeharto Tak Berpihak ke Tempo

//tempointeraktif.com/hg/mbmtempo/navigasi/2008/02/

Setelah tertinggal seminggu untuk menulis kematian dan sepak terjang Soeharto, majalah Tempo yang baru terbit Senin kemarin justru diprotes umat Katolik. Sampul depan majalah itu dianggap telah menyamakan Yesus dengan Soeharto.

Lanjutkan membaca “Bahkan Hingga Mati, Soeharto Tak Berpihak ke Tempo”

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: