Cari

Rusdi GoBlog

Karena jurnalistik bukan monopoli wartawan

Tag

BUMN

Melawan “Cek Miranda”

Inilah buku pertama yang ditulis oleh orang yang telanjur dicap sebagai koruptor tentang kasus yang menyeretnya ke pengadilan menurut versinya. Orang boleh percaya dan tidak percaya dengan isinya tapi Baharuddin Aritonang penulis buku ini, setidaknya punya sikap dan itu yang lebih penting. Lanjutkan membaca “Melawan “Cek Miranda””

Wasiat Anas [2]

Setiap kali satu jari seseorang menunjuk orang lain, empat jari lainnya sebetulnya sedang mengarah kepada dirinya. Lanjutkan membaca “Wasiat Anas [2]”

Lompatan Mallarangeng Bersaudara (2)

Biar pun hanya sebagai staf ahli menteri, Rizal bahkan bisa memastikan pencopotan direksi Pertamina. Dia pula yang menjadi “wakil” Pertamina, berunding dengan ExxonMobil untuk  mengurus pengelolaan Blok Cepu, ladang minyak dengan cadangan minyak terbesar di negeri ini. Hasilnya:  Blok Cepu diserahkan ke ExxonMobil. Lanjutkan membaca “Lompatan Mallarangeng Bersaudara (2)”

Sindikasi Yudhoyono

Susilo Bambang YudhoyonoLalu jika  korupsi didefinisikan sebagai mengambil keuntungan dari aset negara untuk kepentingan sendiri atau kelompok, tidak harus uang, melainkan untuk mempertahankan kekuasaan politik— maka keterlibatan para menteri, petinggi BUMN dan pejabat lainnya itu, mestinya juga tak bisa tidak dianggap sebagai perilaku kolutif.  Ini pula akan menjadi taruhan reputasi Yudhoyono sebagai sosok yang selalu mengaku taat hukum. Lanjutkan membaca “Sindikasi Yudhoyono”

Pak Boed yang Tidak Saya Kenal (3)

BoedionoMerujuk kepada Peraturan Presiden Nomor 77 Tahun 2007 junto Perpres No. 111 /2007 tentang Daftar Negatif Investasi, investasi asing pada bisnis telekomunikasi jaringan tetap (fixline) ditetapkan maksimal sebesar 45 persen. Namun Indosat rupanya merupakan pengecualian. Kali pertama Indosat dijual kepada STT (Temasek) 15 Desember 2002, menteri BUMN waktu itu dijabat oleh Laksamana Sukardi (sekarang menjadi petinggi di Partai Demokrasi Pembaruan, pecahan PDIP, yang sekarang juga merapat ke Yudhoyono) dan Boediono sebagai menteri keuangan. Lanjutkan membaca “Pak Boed yang Tidak Saya Kenal (3)”

Antasari: Catatan Seorang Wartawan (Bagian 1)

Poster Antasari AzharDi kalangan banyak pejabat dan petinggi RNI, Nasrudin Zulkarnaen sejak lama dikenal suka memberi upeti “barang hidup” berupa perempuan-perempuan cantik. Upeti-upeti itulah yang di belakang hari lantas diancamkan oleh Nasrudin kepada para petinggi itu agar memberi dia jabatan. Lanjutkan membaca “Antasari: Catatan Seorang Wartawan (Bagian 1)”

Antasari: Catatan Seorang Wartawan (Bagian 2)

Poster Antasari AzharSetelah didahului pembicaraan dari wartawan yang menelepon saya, pria berjaket kulit hitam itu mulai mengutarakan maksudnya. “Bisa nggak Anda bantu kami membongkar aib Antasari.” Lanjutkan membaca “Antasari: Catatan Seorang Wartawan (Bagian 2)”

Antasari: Catatan Seorang Wartawan (Bagian 3-habis)

Poster Antasari AzharMasalah penembakan Nasrudin dan dugaan keterlibatan Antasari di dalamnya, sebetulnya tak melulu hanya soal korupsi di RNI, apalagi hanya soal asmara. “Ini bukan hanya menyangkut soal asmara seperti yang diberitakan banyak orang. Ini sudah berhubungan dengan politik tingkat tinggi.” Lanjutkan membaca “Antasari: Catatan Seorang Wartawan (Bagian 3-habis)”

Untuk Kematian yang Lebih Baik

Listrik saat ini telanjur menjadi salah satu kebutuhan utama manusia dan celakanya, di Indonesia PLN memegang kendali penuh atas kebutuhan utama tersebut. Lanjutkan membaca “Untuk Kematian yang Lebih Baik”

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: