Cari

Rusdi GoBlog

Karena jurnalistik bukan monopoli wartawan

Tag

AJI

Happy dan kode etik

learncodeforjournalismwithme-logo-blogFakta: 85 persen wartawan di Indonesia tidak pernah membaca dan memahami Kode Etik Jurnalistik. Lanjutkan membaca “Happy dan kode etik”

Bibin dan glukoma itu…

Di seluruh dunia termasuk di Indonesia, glukoma menjadi penyebab kebutaan nomor dua selain katarak. Tidak ada gejala untuk penyakit ini, dan Bibin Bintariadi, wartawan Tempo dan pendiri AJI Malang itu, juga terserang glukoma sejak Senin lalu. Lanjutkan membaca “Bibin dan glukoma itu…”

Wartawan bermasalah

Saya dan [mungkin] Anda semua, bangga dan rela bergabung ke AJI, antara lain karena organisasi inilah yang mengajarkan para wartawan untuk bekerja profesional, memiliki harga diri, tidak menjadi pelacur dan tidak takluk kepada kepentingan pemodal dan bos media. Lalu, kini AJI berusia 17 tahun. Lanjutkan membaca “Wartawan bermasalah”

Wartawan dan Kebohongan

Wartawan dan kebohongan adalah dua senyawa yang tidak boleh bersatu. Wartawan adalah profesi yang menuntut kejujuran dan keterusterangan dalam memperoleh dan mempublikasikan berita, dan berbohong adalah perilaku untuk mengelabui atau menutup-nutupi suatu fakta. Wartawan yang berbohong dengan beritanya, karena itu bisa disebut telah melakukan kejahatan terbesar kepada publik. Lanjutkan membaca “Wartawan dan Kebohongan”

Mogok Wartawan The Times dan Koran Jakarta

Wartawan di Indonesia, kebanyakan dan hampir selalu menerima apa pun keputusan para bos mereka, kendati itu menyangkut nasib dan kesejahteraan mereka. Itu berbeda dengan yang dilakukan para wartawan di Inggris dan di Italia. Lanjutkan membaca “Mogok Wartawan The Times dan Koran Jakarta”

PHK Wartawan Trust, Lima Tahun Lalu Itu

Inilah PHK massal yang menimpa wartawan Trust. Mahkamah Agung telah memutus perkara ini dan mewajibkan PT Hikmat Makna Aksara membayarkan pesangon. Tapi tiga wartawan hingga kini belum menerima gaji, tunjangan, dan pesangon. Trust kini berada di bawah bendera Grup MNC milik pengusaha Hari Tanoesudibjo. Lanjutkan membaca “PHK Wartawan Trust, Lima Tahun Lalu Itu”

Prita, Khoe dan Ibas

Laporan terbaru Amnesty International menyebutkan, sepanjang tahun lalu  pemerintahan Indonesia telah terus-menerus membatasi kebebasan berekspresi secara ketat. Jumlah orang yang ditangkap dan ditahan karena mengekspresikan pendapat mereka secara damai meningkat setidaknya menjadi 32 orang. Di luar itu ada 85 orang yang dipenjarakan di tahun sebelumnya dan masih tetap berada di penjara. Lanjutkan membaca “Prita, Khoe dan Ibas”

Siapa yang Tendensius, Tempo atau Ilmuwan?

http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/new-label/munyuktempo.jpg&imgrefurl=http://label.blogombal.org/page/2/&h=386&w=300&sz=43&hl=id&start=8&tbnid=KbbzWbAzDRNmzM:&tbnh=123&tbnw=96&prev=/images%3Fq%3Dmajalah%2Btempo%2B%26gbv%3D2%26svnum%3D10%26hl%3DidMelalui metode penelitian, dengan golok saya bisa bedah dada para wartawan dan akan kelihatan siapa yang memesan berita kepadanya. Kata-kata itu diucapkan Profesor Tjipta Lesmana di depan peserta seminar “Kasus Pajak Asian Agri”, Selasa (18 Desember 2007) di Hotel Sultan, Jakarta.

Lanjutkan membaca “Siapa yang Tendensius, Tempo atau Ilmuwan?”

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: