Cari

Rusdi GoBlog

Karena jurnalistik bukan monopoli wartawan

Kategori

Jurnalistik

Tempo, hoax dan sarung

hoaxHOAX sebetulnya lebih dari sekadar berita atau kabar bohong. Ia adalah informasi yang sengaja dibuat dengan maksud menipu atau mengelebaui orang [banyak]. Tipuannya kadang disertai dengan referensi data dan fakta.  Tujuannya bisa untuk mendapatkan keuntungan secara politis dan ekonomi, tapi bisa juga untuk sekadar humor dan olok-olok. Kebohongan memang ada standarnya. Lanjutkan membaca “Tempo, hoax dan sarung”

Pada sebuah panti

apMasa tua seperti apa yang Anda harapkan kelak: Hidup bersama anak cucu dan tinggal bersama kehangatan keluarga, atau menjalaninya di sebuah panti jompo? Lanjutkan membaca “Pada sebuah panti”

Sinar Harapan, innalillahi…

Foto Rusdi Mathari
Foto Rusdi Mathari

Sinar Harapan baru bukan saja tidak ada lagi pembaca fanatiknya dan ditinggalkan para pengiklan, tapi lebih mirip sebagai koran nostalgia para pendirinya. Koran itu bahkan sudah kehilangan ruhnya sebagai koran yang selalu memuat berita keras, sungguh keras seperti yang pernah dilakukan Sinar Harapan sebelum diberedel, 1986. Dan masalah utama Sinar Harapan sejak diterbitkan kembali adalah tak selesai didera persoalan keuangan. Akut. Lanjutkan membaca “Sinar Harapan, innalillahi…”

Peta kematian wartawan dan pers

CaptureAda 65 wartawan dan 18 nitizen atau jurnalis warga yang tewas sepanjang tahun ini akibat melakukan pekerjaaannya, dan lebih 150 wartawan dipenjara. Dan untuk indeks kebebasan pers, Indonesia berada di urutan 138 dari 180 negara. Kategorinya: buruk. Lanjutkan membaca “Peta kematian wartawan dan pers”

GM dan “GM”

CaptureDaya kritis digunakan hanya untuk menyerang kelompok yang dianggap berseberangan. Dimanfaatkan untuk mengkampanyekan kepentingan orang-orang yang sekubu. Menggiring opini dan persepsi agar publik bisa diarahkan dan percaya dengan berita mereka, dengan yang mereka beritakan. Media lalu menjelma seperti papan pengumuman atau selebaran propaganda. Buram dan penuh insinuasi.
Lanjutkan membaca “GM dan “GM””

Lemparan batu untuk Rolling Stone

RSRedaksi Rolling Stone mengundang satu tim penulis untuk “membedah” laporannya yang salah. Inilah salah satu cara yang baik dan bisa dicontoh, untuk mengembalikan kehormatan wartawan dan dunia jurnalistik. Lanjutkan membaca “Lemparan batu untuk Rolling Stone”

Wartawan dan dunia mereka yang memalukan

yellow-journalismKenyataan bahwa ada 83 wartawan menerima duit dari Kementerian Energi, sebetulnya hanya puncak dari gunung es tentang bagaimana uang dari banyak lembaga selama ini mengalir pada wartawan, media, dan organisasi wartawan. Lanjutkan membaca “Wartawan dan dunia mereka yang memalukan”

Dosa wartawan, dosa jurnalistik

Juddith Miller
Juddith Miller

Raymond Bonner, eks reporter the New York Times menulis penyesalan dan rasa bersalah karena pernah ikut memberitakan tentang penangkapan orang-orang yang dituduh sebagai teroris. Bagaimana di Indonesia? Lanjutkan membaca “Dosa wartawan, dosa jurnalistik”

Dan para petani tembakau itu memeluk Cak Nun

Cak Nun di Temanggung“Mulai sekarang, siapa saja yang mematikan tembakau, sama artinya melawan Gusti Allah. Anda semua tak perlu kuatir. Tak perlu takut.” Lanjutkan membaca “Dan para petani tembakau itu memeluk Cak Nun”

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: