Merujuk kepada Peraturan Presiden Nomor 77 Tahun 2007 junto Perpres No. 111 /2007 tentang Daftar Negatif Investasi, investasi asing pada bisnis telekomunikasi jaringan tetap (fixline) ditetapkan maksimal sebesar 45 persen. Namun Indosat rupanya merupakan pengecualian. Kali pertama Indosat dijual kepada STT (Temasek) 15 Desember 2002, menteri BUMN waktu itu dijabat oleh Laksamana Sukardi (sekarang menjadi petinggi di Partai Demokrasi Pembaruan, pecahan PDIP, yang sekarang juga merapat ke Yudhoyono) dan Boediono sebagai menteri keuangan. (more…)
Filed under: Ekonomi, opini, Politik, Story, Tentang | Ditandai: Agus Martowardjo, Ani Yudhoyono, B.J. Habibie, BCA, BI, BNI, Boediono, BPPN, BUMN, Burhanuddin Abdullah, Capres, Ciputra, Danamon, Dradjad Wibowo, Edi Karsanto, Eka Tjipta Widjaja, Farallon, Gatot Suwondo, Hamzah Haz, Indosat, Jusuf Kalla, KPU, Kuan Kwee Jee, Laksamana Sukardi, Lee Kuan Yew, Liem Sioe Liong, Marwan Batubara, Megawati, Pemilu, Qtel, Raden Pardede, SBY, Soeharto, Taufiq Kiemas, Temasek, Yudhoyono | 2 Komentar »