Entah apa yang akan dikatakan Sukarno, andai kini melihat Sarinah dengan McDonald, Hard Rock dan barang-barang mewah itu— Hard Rock Café sekarang sudah tidak menempati Gedung Sarinah— yang justru berasal dari pusat kapitalisme dunia yang pernah hendak dilawannya, Amerika Serikat. Beban sejarah Sarinah memang berat.
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Ditandai: BUMN, Buku, Orde Baru, Soeharto, Jakarta, Jepang, Sukarno, Sarinah, Ketut Arnaya, McDonald, Hard Rock, Sarinah Square, Dakocan, Asian Games IV, Senayan | 8 Komentar »










