Sophan Sophiaan Tewas Dalam Kecelakaan Motor
Ditulis pada Mei 17, 2008 oleh rusdi mathari
Sehari sebelum meninggal dunia, Sophan yang merupakan ketua penyelenggara kirab Jalur Merah Putih keliling Jawa sempat berang ketika dia memberikan pidato sambutan di Surabaya.
oleh Rusdi Mathari
SOPHAN SOPHIAAN HARI INI DIBERITAKAN TELAH MENINGGAL dunia akibat kecelakaan sepeda motor di perbatasan Jawa Timur-Jawa Tengah. Sepeda motor Harley Davidson Classic berwarna cokelat yang dikendarainya terpental ketika terperangkap di jalur jalan yang berlubang. Sophan yang mengikuti konvoi Harley Davidson Club Indonesia untuk memperingati 100 tahun kebangkitan nasional itu teratuh dan peserta konvoi lain di belakangnya menabraknya. Dalam perjalanan ke rumah sakit di Sragen, Sophan meninggal dunia. Istri Sophan, Widyawati, yang diboncengi oleh Sophan diberitakan selamat tapi masih dalam keadaan syok.
Sophan adalah aktor kawakan di Indonesia. Namanya mulai melambung saat bermain sebagai Romi dalam Pengantin Remaja Widyatai yang berperan sebagai Yuli pada 1971. Film itu disutradarai oleh mendiang Wim Umboh dan menjadi film legendaris. Lewat film itu pula, Sophan dan Widyawati akhirnya melanjutkan hubungan mereka ke pelaminan. Keduanya menikah di Masjid Al Azhar, Jakarta Selatan pada 9 Juli 1972.
Lahir di Makassar, Sulawesi Selatan pada 26 April 1944, Sophan adalah putra dari Manai Sophiaan salah seorang politikus terkemuka Indonesia yang pernah menjadi duta besar Indonesia di Rusia pada zaman pemerintahan Soekarno. Seolah mengikuti jejak sang ayah, ketika reformasi bergulir Sophan juga terjun ke dunia politik dan bergabung dengan PDI Perjuangan. Sophan sempat menjadi anggota MPR dan DPR-RI, sebelum akhirnya mengundurkan diri pada awal 2002. Waktu itu Sophan mengatakan, dunia politik tak cocok dengan sikap hidupnya yang selalu berbicara apa adanya. Pada Pemilu 2004, Sophan termasuk salah seorang tokoh yang mendukung secara terang-terangan pasangan Amien Rais Siswono Yudo Husodo.
Sehari sebelum meninggal dunia, Sophan yang merupakan ketua penyelenggara kirab Jalur Merah Putih keliling Jawa sempat berang ketika dia memberikan pidato sambutan di Surabaya. Ajakannya untuk meneriakkan pekik merdeka kurang disambut antusias penonton. Sophan mengatakan berbagai masalah yang mendera bangsa Indonesia saat ini karena kurang adanya cinta kepada bangsa termasuk pekik merdeka yang kurang memasyarakat di kalangan menengah ke atas.
Kirab Jalur Merah Putih keliling Jawa diikuti oleh 265 pemilik motor Harley Davidson. Kendati sebagian besar pesertanya berasal dari Indonesia, kirab itu juga diikuti oleh 23 peserta dari Malaysia dan 6 peserta dari Singapura. Kirab berkeliling Jawa itu berangkat dari Jakarta sejak 12 Mei silam. Kota pertama yang disinggahi adalah Rengas Dengkok, kemudian berlanjut ke Cirebon, Pekalongan, Semarang, Rembang, Tuban dan Surabaya menjadi kota ke enam yang disinggahi.
Keberangkatan konvoi motor dari orang-orang berduit itu sejak awal telah menuai protes dari banyak kalangan karena mengabaikan sensitivitas di tengah keresahan banyak orang yang bersiap dengan rencana kenaikan harga BBM. Apalagi ketika singgah di Pekalongan, beberapa SPBU di kota itu ditutup untuk tidak melayani pengisian BBM kepada umum dari pukul 9 pagi hingga 2 siang karena akan digunakan oleh peserta rombongan. Ketika menuju Rengas Dengkok, anggota rombongan bahkan bisa melaju di jalan tol Cikampek meskipun Presiden Ikatan Motor Besar Indonesia adalah mantan Kapolri, Jenderal Rusmanhadi juga ikut dalam rombongan itu.
Di Surabaya, sebelum Sophan memberikan sambutan, kedatangan konvoi disambut dengan demonstrasi dan protes dari mahasiswa dan pelajar. Para mahasiswa sempat bersitegang dengan polisi namun anggota konvoi tetap bisa meneruskan acara. Di setiap kota yang disinggahi, peserta konvoi membagi-bagikan sumbangan yang diperoleh dari sponsor. Di Surabaya mereka membagikan bantuan senilai Rp 50 juta yang berasal sumbangan PT Sido Muntjul.
Dari Surabaya, rombongan berangkat menuju Kediri dan Sabtu pagi mereka bertolak menuju Yogyakarta. Ketika perjalanan mereka baru berlangsung sekitar 4 jam, kecelakaan yang merenggut nyawa Sophan itu terjadi sekitar pukul 10.30. Sore ini, jenazah Sophan direncanakan sudah tiba di Jakarta dan akan disemayamkan di rumah duka, di kawasan Bintaro.
Dari berbagai sumber.
Keterangan gambar: Rombongan Harley Davidson-www.kapanlagi.com
DIarsipkan di bawah: Story | yang berkaitan: BBM, DPR, Harley Davidson Club Indonesia, Indonesia, Jawa, Kebangkitan Nasional, Mahasiswa, Motor Gede, Nasional, PDI Perjuangan, Politik, Sepeda Motor, Sophan Sophiaan





Benar Cak, rombongan mereka di Pekalongan menyusahkan warga setempat untuk membeli di SPBU. Niat mereka sih bagus, konvoi Moge untuk memperingati seabad Kebangkitan Nasional. Tapi ternyata kelakuan mereka arogan, terbukti selama dua jam 400 Moge (ini menurut laporan koresponden Liputan 6) menyerbu SPBU di Pekalongan dengan dikawal polisi selama dua jam.
Kalau mereka mengisi Moge-nya dengan pertamax atau pertamax plus, aku rasa bisa dimaklumi. Tapi ini premium yang rata satu motor Moge mengisi 20 liter. Ini link berita yg dimuat di Liputan 6 SCTV http://www.liputan6.com/daerah/?id=159387
Nasionalisme kok pake harley. Itu kan buatan amerika. Kalo konvoi pake sepeda ontel, baru…
Tak satupun orang mampu menjamin dirinya selamat disaat ajal memanggilnya. Setitik rahmat yang kau beri lebih dari segalanya. Setitik ampunanmu tlah menghapus dosa kami. Setiap mata,hati,tangan,kaki akan jadi saksi. Tiada dusta diri yang tak terhakimi nanti.
Selamat Jalan Sophan Sophian
Semoga mendapat tempat terindah disisi-NYA. Amien
Salam Kenal
turut berduka
Emang siapa pengendara lain yang nabrak Sophan setelah terjatuh? Soal ini di media kok gak jelas, tahu-tahu katanya kecelakaan tunggal? Terus setahuku Widyawati gak ikut dibonceng, dia ikut di mobil roda empat. Benar gak, cak?
asahannews turut berduka cita
Selamat jalan nasionalis yang punya integritas tinggi,
Selamat jalan Bung Sophan Sophian
Bagi yang berminat mengetahui prosesi pemakaman, terutama momen-momen ketika Widyawati mencium pusara, klik aja link ini :
http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/05/19/widyawati-mencium-pusara-sophan-sophian/
terima kasih
SUARA PEMBARUAN DAILY
——————————————————————————–
BLT Jadikan Rakyat Bermental Pengemis
[SURABAYA] Sejumlah tokoh politik nasional mulai menyoroti kebijakan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, terutama terkait rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), termasuk penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) kepada rakyat yang digolongkan miskin.
Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri menilai BLT, yang tengah dijalankan pemerintah dalam rangka pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM), tidak efektif. Menurut dia, BLT hanya membuat rakyat menjadi bodoh dan bermental peminta-minta.
Pernyataan keras mantan presiden itu mengemuka saat menjawab pertanyaan wartawan dalam wawancara di pesawat, ketika tengah melakukan perjalanan dari Yogyakarta ke Surabaya, Sabtu (17/5).
“Berapa, sih, yang akan diberikan? Apakah seratus ribu rupiah itu cukup dan bisa tepat sasaran?” tanya Megawati yang tengah berkunjung ke Jawa Tengah dan Jawa Timur dalam rangka mengkampanyekan cagub/cawagub pilkada di kedua provinsi itu.
Menurut dia, pemerintah bukan hanya harus mematangkan program tersebut, tetapi juga harus mencari solusi jika ditolak rakyat. Jika program tersebut memunculkan penolakan seperti yang terjadi sekarang, harus diperhatikan apakah BLT masih bisa berjalan dengan baik. Megawati juga berpesan agar rakyat tidak perlu cengeng menghadapi krisis yang terjadi. “Kita harus mempunyai fighting spirit,” katanya.
Wakil Sekjen DPP PDI-P bidang Eksternal, Agnita Singedikane juga menilai BLT yang dilaksanakan pemerintah terkesan politis dalam rangka pemilu dan pilpres 2009. Pemerintah seharusnya memikirkan lagi rencana menaikkan harga BBM.
Jangan Dipilih Lagi
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Soetrisno Bachir menegaskan sikap fraksinya di DPR yang menolak kebijakan pemerintah saat ini untuk menaikkan harga BBM. Namun, ia mengimbau agar masyarakat untuk tidak melakukan aksi-aksi demontrasi anarkis yang merusak asset negara.
Sebaliknya, jika kenaikan BBM itu akan menyusahkan, rakyat diimbau untuk tidak memilih presiden atau partai yang mendukung pemerintah lagi. Dia menegaskan, Fraksi PAN di DPR telah mengusulkan kepada pemerintah sejumlah langkah alternatif yang dapat dilakukan agar tidak menaikkan harga BBM. Usulan yang diajukan antara lain menaikkan pajak progresif komoditas yang relatif mahal, seperti kelapa sawit, minyak, gas, nikel, dan batubara, sehingga menambah pendapatan negara.
Kemudian, dengan mengurangi gaji eksekutif dan legislatif di seluruh tingkatan sebesar 30 persen. “Itu bisa menambah pendapatan negara, yang dapat menunda kenaikan BBM sampai akhir tahun ini,” ujarnya.
Di Yogyakarta, mantan Ketua MPR Amien Rais tidak setuju jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dihentikan di tengah jalan. Tapi, dia mengingatkan rakyat agar pada pemilihan 2009 nanti berani memilih presiden yang berani dan tidak berjiwa inlander.
Direktur Sekolah Pascasarjana UGM, Irwan Abdullah mengatakan kondisi ekonomi Indonesia saat ini memang sangat memprihatinkan. Menurut dia, lebih dari separuh penduduk Indonesia sudah masuk dalam kategori miskin, meski laporan Biro Pusat Statistik (BPS) menyebutkan penduduk miskin hanya 62 juta jiwa dengan jumlah rumah tangga miskin sekitar 15,5 juta.
Kritikan soal kenaikan harga BBM juga datang dari Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Ginandjar Kartasasmita. “Kenaikkan BBM itu opsi terakhir. Kami sudah menyurati presiden agar ditunda,” ujarnya.
Ketua DPR Agung Laksono mengatakan sebaiknya pilihan menaikkan harga BBM itu ditiadakan saja. Masih ada pilihan lain yang bisa dilakukan pemerintah, seperti menjadwalkan kembali utang, karena selama ini Indonesia masih memiliki kewajiban sebesar Rp 60 triliun untuk masalah Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).
Ketua MPR Hidayat Nur Wahid meminta pemerintah untuk menghemat APBN. “Saya yakin masih bisa dihemat dari departemen atau lembaga negara yang lain. Masih banyak yang sesungguhnya belum menjadi prioritas dibandingkan kondisi rakyat yang susah,” paparnya. [151/152/153/Y-3]
——————————————————————————–
Last modified: 18/5/08
Kita berduka cita atas meninggalnya sosok yang berjiwa nasionalis. tapi yang disayangkan adalah mengusung kegiatan tentang kebangkitan nasional dengan konvoy yang perilaku pesertanya seolah raja jalanan dengan ngebut sepanjang jalan, minta prioritas dari pengguna jalan lain emangnya apa kelebihan harley club dari kita-kita ? apakah mereka merasa lebih nasionalis ? sehingga minta pengawalan polisi. kami yang lain dipepet-pepet. jadi jika ada korban dengan kegiatan tersebut ya wajar dan kebetulan yang jadi korban artis yang kita banggakan. Jika mau selamat dalam kegiatan wajar sajalah di jalan, jangan menyakiti rakyat kecil, dijamin pasti selamat..
Itu ALMARHUM MENINGGAL KERENA KECEROBOHAN Sporting Team dan Ketidak pedulian Gubernur yang memiliki jalan tdk pernah ada perhatian dan supprot pada acara JALUR MERAH PUTIH ,Terutama Propinsi Jawa Timur,