Amien Rais : Istana adalah Sumber Korupsi

Selama yang di istana tidak berani membedah korupsi, maka yakinlah yang akan kita temukan adalah yang kecil-kecil saja.

SEBUAH PERNYATAAN MENGEJUTKAN terlontar dari mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Amien Rais. Ia mengatakan, sumber korupsi di Indonesia berada di istana. Apa maksud di balik ucapannya?

Menurut Amien, ia meyakini bahwa pusat korupsi berada di jantung kekuasaan, yaitu istana. “Saya mempelajari ilmu politik, ilmu sosial bertahun-tahun itu, saya yakin sekali bahwa pusat korupsi berada di jantung kekuasaan. Jantung kekuasaan adalah istana. Istana bukan bagian dari solusi, istana adalah bagian dari masalah korupsi. DPR juga dekat-dekat dengan jantung kekuasaan, jadi harus diurus juga. Kalau nggak pernah sampai ke jantung, ya penyelesaiannya nggak akan jauh juga,” kata Amien, sebelum membuka acara Temu Wicara Partai Amanat Nasional (PAN) - Mahkamah Konstitusi (MK), di Hotel Sulthan, Jakarta, Jumat (11/4).

Meminjam pernyataan pakar hukum Denny Indrayana, Amien mengutarakan empat episentrum korupsi yaitu Cendana, konglomerat hitam, senjata/militer dan istana. “Selama yang di istana tidak berani membedah korupsi, maka yakinlah yang akan kita temukan adalah yang kecil-kecil saja,” ujarnya.

Sebaliknya, lanjut Amien, jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono konsisten dengan ucapannya untuk memimpin sendiri pemberantasan korupsi, ia yakin masih ada harapan cerah.

“Tapi dengan waktu yang tinggal 14 bulan kekuasaannya, tampaknya tidak akan terwujud. “Yang terpenting diingat, pemberantasan korupsi tidak akan pernah melaju karena istana tidak pernah berbenah diri. Istana bagian dari korupsi, bukan bagian dari solusi,” tegasnya lagi.

*Dikutip secara lengkap dari kompas.com 11 April 2008.

6 Responses to “Amien Rais : Istana adalah Sumber Korupsi”

  1. sumber korupsi: ada DPR, ada istana!
    lenkap sudah!

  2. Sumber korupsi ada pada pemegang kuasa yang tidak bertanggung jawab ngak usah banyak prasangka Introfeksi saya korop kagak…..!

  3. yaa komentar beliau yang di istana terakhir (mengenai masalah Fraksi-fraksi DPR harus kembalikan gratifikasi ke KPK) terkesan abu-abu tanpa keberpihakan yang jelas.
    Apa jangan-jangan DPR memang sengaja di”busukkan” sehingga ketika KPK coba mengusut siapanya yang ‘membusukkan” itu ketakutan??

  4. Terima kasih Mas, sudah promosi photo saya di blog ini…he…he….he… :)
    Mungkin Pak Amien agak kepleset ah. Istana kan benda saja. Kalau sumbernya Istana, siapa saja yang menghuninya akan korup dong… :)

  5. bukan bermaksud kabur dari inti masalah, tapi menarik juga mencermati orang ini. terutama mendekati pemilu 2009, kira-kira kepala siapa lagi yang akan di injaknya untuk menaikkan popularitasnya.
    dukung pemberantasan korupsi, sebut nama dan modusnya, jangan cuma berkotek.
    jadilah bagian dari penyelesaian masalah dan jangan jadi bagian dari masalah.

  6. Saya heran dengar omongan Amien Rais,mestinya dia malu tapi kenyataannya ngomong terus. Ingat Mien waktu terima duit haram dari Rokhimin. Malu.Sebaiknya mulai sekarang “meneng bae”,atau sudah ngerasa jadi pahlawan reformasi jadi harus ngomong terus. Mulai anda terima duit dari Rokhimin itu,saya tidak percaya lagi apapun yang anda katakan,oke Mas Amien,sebaiknya anad tobat dulu.

Leave a Reply