Geert Wilders: Al Quran Sangat Menarik

Mengaku bukan agen Israel, senang mendapat perhatian dari media, muak dengan relativisme budaya, pembela kaum homoseksual, mempelajari Islam selama 10 tahun, hendak melarang Al Quran dan pembangunan masjid di Belanda— Pak Wilders pembuat film Fitna itu mengaku sudah 15 kali membaca Al Quran.

Oleh Chaalan Charif dan Nicolien den Boer

GEERT WILDERS PEMIMPIN PARTAI KEBEBASAN PVV, SEMPAT mengguncang Belanda dengan seruannya untuk melarang kitab suci Al Quran. Sesudah itu ia menolak berkomentar. Untuk pertama kalinya Wilders membuka suara dalam wawancara dengan redaksi Arab, Radio Nederland, mengenai apa yang dimaksudkannya dengan pelarangan Al Quran bisa diberlakukan melalui UUD.

Dijaga Ketat

Ruangan kantor Geert Wilders di Den Haag terjaga baik. Paling tidak ada empat pengawal pribadi Wilders yang menjelaskan apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan kalau Anda masuk ke sana. Misalnya tidak boleh membuat film di kamar Wilders dan hanya boleh memotret tembok kosong. Mereka menggeledah tas berisikan alat perekam dan melontarkan pertanyaan-pertanyaan tajam seperti: Apakah Anda membawa senjata? Apakah ada kantong rahasia di tas Anda?

Sudah tiga tahun lamanya Wilders dijaga ketat, menyusul ancaman pembunuhan terhadap dirinya. Setelah usulnya agar kitab suci Al Quran dilarang, banjirlah pula ancaman pembunuhan terhadapnya.

Pak Wilders, ketika kami masuk ruangan ini tas-tas kami diperiksa. Ini bukan hal biasa bagi kami, tapi Anda sudah terbiasa dengan penjagaan ketat. Lalu bagaimana rasanya hidup begitu?

Tidak enak. Bagi saya dan bagi keluarga saya, ini merupakan suatu hal yang sangat menyusahkan. Sebenarnya, hal itu tidak patut terjadi di sebuah partai demokrasi, baik bagi partai kebebasan PVV atau pun partai kiri hijau GroenLinks. Kalau tidak sependapat semestinya ajukan saja argumen, jangan mengancam.

Apakah Anda tidak merasa terkucil dari masyarakat?

Sebenarnya saya ingin lagi bisa minum bir di kafe, tapi saya sudah tiga tahun tidak bisa melakukan hal itu. Memang kalau dibandingkan dengan politisi lain saya kurang banyak kontak sosial. Tapi saya berkomunikasi lewat website saya. Kalau melihat popularitas partai saya naik, ini menunjukkan bahwa saya tidak terkucil dari dunia luar.

Lebih dari 10 Tahun Menggeluti Islam

Ucapan-ucapan Anda semakin ekstrem saja. Beberapa bulan lalu Anda mengusulkan agar sebagian dari Al Quran dicoret saja dan sekarang Anda menuntut agar Al Quran dilarang total. Apa tindakan Anda ini untuk menarik perhatian media sebanyak mungkin?

Tidak. Sebenarnya saya sudah lebih dari sepuluh tahun menggeluti Islam. Banyak negara Islam yang telah saya kunjungi. Saya telah mempelajari Al Quran, berbicara dengan para guru besar di dalam dan di luar negeri. Akhirnya saya menyimpulkan, kitab yang membatasi kebebasan harus dilarang demi memperkuat kebebasan beragama. Anda tahu bahwa di Al Quran terdapat ayat-ayat yang mengatakan, orang murtad harus dihukum mati. Selain itu, saya memang tidak berkeberatan mendapat perhatian media. Bohonglah saya, kalau tidak demikian halnya.

Tetapi kenapa Anda tidak langsung melarang Alkitab juga atau melarang kitab-kitab lain yang juga berisi ayat-ayat yang menyulut kekerasan?

Bagi orang Islam Al Quran adalah seratus persen wahyu Tuhan, sementara Alkitab bagi orang Kristen tidak demikian. Memang saya sadar, melarang Al Quran itu adalah langkah yang radikal. Tapi kalau dengan melarang Al Quran kita bisa menyelamatkan satu orang homo dari siksaan, kenapa kita tidak melarang saja Al Quran. Memang teroris-teroris jalanan asal Maroko yang sering memukuli homo di Amsterdam, melakukan hal itu tanpa membawa Al Quran di tangan. Tapi mereka di rumah memiliki Al Quran dan dididik dengan pikiran bahwa kaum homo lebih rendah nilainya ketimbang babi. Pemerintah Belanda hendaknya memperingatkan bahwa orang tidak boleh membaca hal-hal seperti itu dan juga tidak boleh mengatakan bahwa kaum gay itu lebih rendah.

Islam Agama yang Mengerikan

Berdasarkan penelitian di kalangan remaja muslim yang menjadi radikal di Amsterdam ternyata, sebagian justru bertambah radikal karena di Belanda seolah muncul iklim anti Islam. Apakah Anda tidak merasa termasuk penyebabnya?

Ini tuduhan tidak masuk akal. Tindakan-tindakan radikal seperti menyiksa perempuan atau memukuli homo itu sudah ada. Saya hanya mencari penyebabnya. Lalu saya baca Al Quran dan melihat ada kaitannya, lalu saya katakan hal itu dan saya ingin agar itu dilarang. Saya tidak merasa melakukan hal-hal yang menjadikan orang bertambah radikal. Saya hanya membela aturan negara hukum kita. Lagi pula saya tidak menyamaratakan orang Islam. Saya membedakan antara orangnya dan agamanya. Memang menurut saya Islam itu agama yang mengerikan, tapi saya tidak menentang orang-orang mematuhi hukum, nilai-nilai dan norma-norma Belanda. Tapi ini tidak bisa terjadi, kalau mereka berpedoman pada buku itu.

Menghentikan Arus Migran Islam

Andaikan Anda menjadi pemimpin di Belanda. Bagaimana menurut Anda Belanda 10 tahun ke depan?

Saya akan menghentikan arus migran dari negara-negara Islam, karena menurut saya, budaya kita semakin punah. Saya ingin, budaya Belanda tetap dominan di atas budaya-budaya lain yang sebenarnya boleh saja masuk Belanda. Banyak sekali orang Belanda merasa asing di negeri sendiri. Mereka ini tidak boleh dianggap remeh. Kalau tiap tahun puluhan ribu orang asing datang ke sini, proses integrasi bisa terhambat. Ini kan sama dengan mengeluarkan air dari perahu bocor.

Saya juga tidak akan mengizinkan pembangunan masjid baru, karena jumlahnya sudah cukup. Saya akan menutup sekolah-sekolah Islam. Dan saya juga sebenarnya mendorong fatsun. Menurut saya sangatlah aneh kalau kita menghemat 600 juta miliar euro di sektor perawatan orang lansia dan orang cacat, sementara banyak dana dikucurkan untuk mainan kelompok kiri seperti pengampunan umum bagi orang asing yang ilegal.

Muak Relativisme Budaya

Anda menganggap budaya Belanda lebih tinggi dari budaya Islam. Apakah sikap Anda ini tidak sama dengan sikap kelompok radikal di Timur Tengah? Mereka juga takut terhadap pengaruh dari luar dan menganggap budaya Islam lebih baik dibandingkan dengan budaya barat yang dekaden?

Saya tidak takut. Saya cuma muak dengan pendukung relativisme budaya yang berpendapat bahwa semua orang boleh masuk Belanda, sehingga Belanda menjadi tempat bercampur berbagai budaya. Saya ngeri kalau mendengar perdana menteri mengatakan hal-hal seperti itu. Memang kita tidak boleh meniru semua yang berasal dari sebuah budaya yang justru kita kritik. Tapi coba saja Anda jalan membawa Alkitab di Arab Saudi atau mengaku Kristen di Iran.

Tapi Anda kan berbuat persis sama dengan mereka?

Betul. Negara-negara Arab tidak menginginkan negara mereka menjadi plural. Terlepas dari pendapat saya tentang budaya, itu adalah hak mereka. Mereka negara yang berdaulat. Saya hanya mengkritik mereka, kalau mereka melanggar HAM, atau mendukung teroris. Saya tidak mengurus budaya apa yang mau dianut Arab Saudi atau Yaman.

Sebab Musabab Anti Islam

Bagaimana Anda kok bisa menjadi seorang anti Islam?

Dari umur tujuh belas sampai sembilan belas tahun saya tinggal di Israel, di Tepi Barat Sungai Jordan. Waktu itu saya sangat a-politik. Kerjaan saya mengejar cewek. Tapi waktu itu kami sering ditembaki oleh orang Palestina. Lalu saya memutuskan untuk memahami Timur Tengah secara keseluruhan. Lalu saya kunjungi semua kawasan itu. Saya magang dan banyak berlibur di Timur Tengah. Saya menemukan satu hal yang konstan di kawasan itu. Orang-orangnya sangat ramah, tapi pemerintah dan agamanya berengsek. Rakyat sering diperlakukan seperti binatang. Maka saya merasa kasihan sama mereka.

Saya juga banyak mengunjungi think tank dan lembaga-lembaga penelitian di Jerman dan Prancis. Mereka sudah sejak dini melihat ada ancaman Islam radikal. Tapi di Belanda orang tidak melihat hal itu, meskipun setelah 11 September dan serangan di Madrid dan London. Di Belanda sini orang tidak mau konfrontasi. Belanda adalah negara konsensus. Kita suka menyembunyikan masalah. Kita lebih suka bergandengan tangan, bernyanyi bersama di bawah pohon natal.

Al Quran sangat Menarik

Bagaimana kok Anda yang sangat sering ke Timur Tengah menyimpulkan bahwa Islam adalah satu-satunya masalah?

Islam bukan satu-satunya masalah, tapi merupakan masalah terbesar. Lihat saja Timur Tengah. Semakin penting peranan Islam, semakin buruk nasib orang di sana. Satu-satunya negara demokrasi di kawasan itu adalah Israel.

Ada orang menduga Anda agen Israel?

Omong kosong. Saya tidak hanya menerima informasi dari Israel saja. Saya kan membaca koran-koran Arab di internet, menonton televisi Arab yang berbahasa Inggris. Saya memang gila informasi. Al Quran sangat menarik bagi saya sehingga saya bisa membacanya sampai lima belas kali.

*Dikutip secara lengkap dari Radio Nederland Siaran Indonesia, berjudul “Kenapa Geert Wilders Melarang Al Quran” 17 September 2007.

**Artikel terkait “Parlemen Belanda Debat Soal Fitna.”

30 Responses to “Geert Wilders: Al Quran Sangat Menarik”

  1. Parah banget tuh orang. belajar islam tapi kok bebal. otaknya gak dipake. wajar aja dia banyak nentangnya. lha wong kebiasaan orang sana lebih banyak sesatnya. gimana bisa menyamaratakan hukum islam dg budaya disana. cape deh!

  2. ["Islam bukan satu-satunya masalah, tapi merupakan masalah terbesar. Lihat saja Timur Tengah. Semakin penting peranan Islam, semakin buruk nasib orang di sana. Satu-satunya negara demokrasi di kawasan itu adalah Israel."]
    Jadi artinya berakibat sama Israel. Bukannya Israel yg salah duluan mencaplok Palestina? Justru Israel yg harus diusir. “Siapa penjajah harus dilawan”. Wilders ilmunya masih dogol, toh.
    Terus mengenai adanya kekerasan dalam agama Islam. Agama Islam bukan keras, tetapi tegas. Kita masih bisa berbisnis, bermain-main, atau yg lain, tetapi ada yang membatasi yaitu aturan dalam Al-Qur’an dan Hadist Nabi. Kebebasan tidak selalu baik, kebebasan yg terlalu/tak terbatasi selalu menjurus pada nafsu & bisikan setan. So, jika overrun, kebebasan menjadi kesesatan. Gitu toh. Ya biasalah orang Barat, dari nenek moyangnya udah kayak gitu.
    Sekian. Mohon maaf kalo ada kesalahan. Terima Kasih. Salam Kenal.

  3. Aduh… full copy-paste ya…

  4. kayak kata usamah bin ladin: kalo penghinaan mereka dianggap sebagai kebebasan berekspresi maka jangan salahkan kami jika kami berekspresi yang membuat para penghujat Islam itu tidak suka (mati)

  5. diakan homo walaupunya keluarga

  6. orang belajar tapi ga mempraktekan sama juga OT, bisa teori tapi ga bisa prakteknya, JARKONI (bisa ngajar rak bisa NGLAKONI)……….
    harusnya dia dibins kalo ga bisa DIBINASAKAN aja, bikin dunia cepet kiamat……….
    kalo memang dia kaum Homoseksual yang bener juga kalo kelakuannya gitu………..dalam Al Quran kan memang dilarang……

  7. @ amaranth Aduh… full copy-paste ya…”

    yang penting masuk BOTD :)

  8. Semoga Cahaya Hidayah menyambangi Hidupnya.Amien

  9. wong ghendeng macam Greets Wilders koq di openi sing …bener yo di dungano muga nemu dalan sing bener

  10. yo mugo-mugo dibimbing neng dalan sing bener

  11. Geert Wilders bukan satu-satu nya masalah..
    siap-siap.. siap-siap..

  12. Bangsa Belanda memang sedang dalam masalah besar. Diantaranya adalah kehilangan identitas kebangsaannya. Bahkan bahasa Belanda pun nyaris punah, karena generasi muda di sana lebih suka berbahasa Inggris. Berbeda dengan Jerman dan Perancis, dimana rakyatnya lebih suka berbahasa
    ibu. Ya, semoga saja Wilders mendapat hidayah. gitu aja kok repot.

  13. Yah itulah yang namanya politik, politikus.
    http://indramgl.wordpress.com

  14. :P

  15. halaaaaaaaaaahhh payah bener ni orang…

    sumpah demi allah swt dan rosulullah saw.. klo ketemu yakinkan dalam hati.. pasti gw bunuh loe welder karena gw yakin dan pasti banyak yg sependapat klo darah loe halah tuk di tumpahkan

    allohu akbar…………………………………..

  16. mungkin kurang dalem meneer belajar Quran nya.
    ato motipasi belajarnya memang cuma pengen nyari celah buwat nembak Islam?

  17. Hidayah Allah memang turun pada manusia yang dikehendakiNya. Walopun sudah baca Al-Quran 15 kali, tapi kalo ga dapat hidayah yo wes..
    Paman Rasulullah saja meninggal dalam keadaan kafir.

  18. hai semua boleh gabung engga

  19. segoblog2nya (?) orang bule/barat…mereka masih ngejamin rakyatnya dengan kemakmuran, keamanan, kemajuan iptek….

    lha kita…sibuk cari identitas…gampang tersinggung…hujat sana-sini, korupsi, kkn, tidak toleran, pengangguran, banjir……….

  20. Tulisannya jelek.. tak kopi ah…
    maksi ya??
    he2,,,
    http://www.arinet.wordpress.com

  21. gunawan1205: Sadis amat main bunuh, Islamkan punya aturan mengenai bunuh-membunuh bahkan semutpun kalo mau dibunuh ada aturannya kok apalagi manusia hati2 saudara jangan tambah memperburuk ISLAM yang mulia ini.

  22. dapat pikiran darimana dia bisa mengatakan mengamandemen alquran.

    coba aj klo mo musnahin sluruh alquran didunia ini
    ampe kiamatpun gak BAKAL bs

  23. duh bener2 deh niy orang..
    lahir dari batu kali yah??? mudah2an cepet disadarkan deh.
    walaupun dengan menyadarkan nya mesti dijedot2in ke tembok..
    kita mulai dari diri sendiri yah..tunjukin sikap2 kita yang terpuji dan perbaiki sikap kita kalo masiy ada yang buruk..biar orang2 disekeliling kita esp yang non muslim bisa menilai islam itu seperti apa..

  24. namanya Geert/Great wild-er = hidupnya sangat LIAR
    LIAR (Ing) = Pembohong
    buat film FITNA (h) = palsukan keadaan
    cocok dah…
    makanya dapet ilmu seTengah2x aje….
    itS wong Gemblung..u know!
    no man LIKE it….
    irlandeerrrr….

  25. [...] juga : http://rusdimathari.wordpress.com/2008/04/06/geert-wildersal-quran-sangat-menarik/ [...]

  26. aduhhh
    mudah2an wilder diberikan hidayah, karena dy memang uda benar2 di jalan yang salah….Amin

  27. Yo wiss tho,
    wong gemblung kok diladeni

  28. Quran Qira’at (Recitation) With Urdu Translation by Imam Ahmad Razaby Imam Ahmad Raza - bisa didownload di:

    http://intelefone123.wordpress.com

  29. kasian…! udah homoseks skrg malah bikin film…! Filmnya aja bikin kerasukan setan…bener2 ga taw malu!

  30. kalo dia homo,… berarti dia BENCONG dong…??? setiap hari ngamen dijalan! seminggu sekali ke salon ‘n boutique buat manicure, pedicure, ‘n prettycure..!^^ hihihi

Leave a Reply