Situs Seks yang Diklik Sejuta Kali


http://72.14.235.104/search?q=cache:bwp4YcaM0F8J:www.bkkbn.go.id/gemapria/article
Semua hal yang berbau seks selalu menarik perhatian lebih daripada hal lain. Di mana pun pada zaman apa pun, seks dan juga tulisan atau gambar yang bersangkutan dengan seks konon akan selalu memukau manusia dan akan terus laku. Situs tentang seks yang dibuat resmi oleh sebuah pemerintah di Eropa bahkan diklik sejuta kali dalam sehari, selama tiga hari berturut-turut.

Oleh Rusdi Mathari
KALI ini, saya harus mengamini pendapat dari seorang wartawan senior, akhirnya. Di sebuah warung Tegal di Tebet, Jakarta Selatan, suatu siang bertahun-tahun silam di tengah hiruk pikuk antrean pembeli, kami menyaksikan sekelompok pekerja berdasi asyik berbincang soal video mesum mahasiswa Itenas dan mahasiswi Universitas Padjadjaran, Bandung. Sembari mengunyah makanan, mulut mereka bersuara menimpali komentar kawannya. Kadang-kadang diselingi tawa. Di depan mereka tergeletak sebuah surat kabar terbitan Jakarta yang dikenal laris dengan berita seks dan kriminal.

Wartawan senior itu lantas membuka percakapan. “Kamu tahu kenapa koran itu laku?” tanya dia. Saya geleng-geleng kepala sambil terus makan.

“Karena beritanya hanya soal seks dan kriminal,” kata dia.

Tempo dan Kompas tidak begitu tapi laku,” jawab saya.

“Itu lain. Dua media itu telanjur punya nama besar dan pembaca fanatik, sama dengan Intisari,” jawab dia.

“Lalu kenapa berita seks selalu menarik?” tanya saya.

“Karena itulah naluri manusia. Andai Kompas dan Tempo juga menulis soal skandal seks dan skandal pembunuhan pastilah mereka akan lebih laku lagi,” jawab dia.

Saya hampir lupa dengan kepingan kejadian itu, hingga saya melihat respons terhadap tulisan saya soal Brisbane Sexpo 2008 di blog ini. Dua hari lamanya sejak saya posting Selasa kemarin, tulisan itu mendapat perhatian besar dari banyak orang. Rabu, hari ini, hanya dalam waktu 12 jam sejak jam 7 pagi, tulisan berjudul Berfoto dengan Miss Porno Australia itu bahkan sudah dibaca oleh 326 orang dari total 725 pengunjung (klik). Dan dilihat dari gejala statistiknya pembaca artikel itu kelihatan masih akan terus bertambah. Kemarin, tulisan itu dibaca oleh 120 orang dari total 695 pengunjung. Saya tak percaya tulisan itu bisa mendapat perhatian besar.

Mengapa berita Sexpo 2008 itu mendapat perhatian khalayak dan mengalahkan tulisan-tulisan saya yang lain, yang menurut saya justru lebih menarik dan perlu mendapat perhatian, seperti soal BLBI dan tentang penelitian ilmuwan IPB?

Saya kemudian berinisiatif membuat semacam daftar penyebab untuk berita Sexpo 2008. Pertama, mungkin karena judul yang saya buat cukup provokatif sehingga memancing rasa ingin tahu para pembaca.

Kedua barangkali karena tulisan yang saya angkat dianggap sebagai sesuatu baru. Ketiga jangan-jangan benar apa yang pernah dikatakan wartawan senior itu, bahwa manusia cenderung tertarik kepada hal-hal berbau seks. Di antara tiga pilihan itu, saya cenderung membenarkan kemungkinan ketiga: Naluri manusia. Alasan saya sederhana.

Tulisan tentang Sexpo 2008 itu hanyalah berita biasa yang saya maksudkan agar pembaca blog ini mengetahui ada “sisi” lain dari kehidupan manusia di “luar” sana, yang mungkin sangat berbeda sama sekali dengan kehidupan para pembaca blog ini. Tak ada tulisan saya yang sengaja dibuat sedemikian rupa untuk misalnya, memancing syahwat. Judul yang saya tuliskan, saya anggap juga cukup netral dan sangat biasa. Karena alasan itu, saya berkesimpulan, naluri manusia adalah faktor utamanya.

Dari sekian email yang masuk untuk mengomentari artikel itu, sebagian berasal dari para pembaca yang menurut saya, masih memegang “adat timur” kalau tidak mungkin disebut pembaca yang “taat beragama.” Di antara mereka bahkan ada yang menggunakan kata-kata yang bernuansa keagamaan. Namun seks ternyata bukan soal timur barat, beragama atau tidak, karena terbukti para pembaca itu masih tetap menyempatkan diri untuk membaca artikel yang mengandung kata kunci seks dan porno seperti tulisan tentang Sexpo 2008 itu. Lalu apa yang bisa dikatakan dengan semua fakta itu, selain kemudian saya hanya bisa membenarkan pendapat senior saya bahwa semua itu didorong oleh naluri?

Dalam artikel berjudul “Mitos Seks dan Kesehatan Seksual” yang ditulis oleh Dr Sheilla dan dimuat di situs BKKBN, disebutkan bahwa seks adalah sesuatu hal yang selalu menarik untuk dibahas dan dibicarakan karena tidak dapat dimungkiri bahwa seks adalah salah satu kebutuhan dasar manusia. Bila mendengar kata seks biasanya akan timbul respons dan ekspresi yang bervariasi dari masing-masing individu.

Namun kata dokter itu, walaupun termasuk kebutuhan dasar tak berarti semua orang mau membicarakan seks secara terbuka dan terang-terangan, karena dianggap tabu dan sangat pribadi. Di sisi lain banyak orang yang penasaran dan haus informasi tentang berbagai hal yang berkaitan dengan seks. Rasa keingintahuan yang besar ini mendorong masyarakat untuk mencari informasi dari berbagai sumber, baik itu dari teman-teman dekat maupun dari media-media lain.

Ada yang menyebutkan, penyebab manusia menyenangi seks berikut informasi tentangnya, karena seks adalah impuls manusia yang paling hewani. Karena sifatnya sangat mendasar, seks kata yang terdiri dari empat huruf itu, menjadi universal. Di mana pun pada zaman apa pun, seks dan juga tulisan atau gambar yang bersangkutan dengannya konon akan selalu memukau manusia dan akan terus laku.

Pernyataan semacam itu, boleh saja dibantah dan tidak diikuti tapi bahkan penerbit-penerbit buku pun, rata-rata pernah menerbitkan buku soal seks. Di Indonesia misalnya, mulai dari Gramedia Pustaka Utama, Kompas, Rosdakarya hingga penerbit-penerbit kecil pernah menerbitkan buku tentang seks dan terbukti laku.

Ambil contoh yang pernah dialami oleh Gagas Media yang pernah menerbitkan Malam Pertama, Sex On The Phone, dan Jakarta Undercover 2. Buku-buku itu ternyata laku keras. Menurut Rudy FX (Gagas Media), ditinjau dari apa pun, soal seks akan selalu menarik, baik dari sisi medis, sosial, moral, filsafat, dan sebagainya. Semakin dilarang dan ditutup-tutupi, kata dia, semakin membuat penasaran orang ingin tahu banyak (Lihat “Bertanya Seks pada BukuKoran Tempo, 27 Mei 2005). Di luar negeri, jangan ditanya lagi.

Lalu lihat pula situs www.vrijlekker.nl yang dibuat oleh Badan Kesehatan Publik Belanda. Situs yang diluncurkan pada 30 Januari 2008 itu, hingga 2 Februari 2008 terbukti diklik hampir 1 juta kali oleh sekitar 60 ribu orang setiap hari.

“Sebenarnya kami yakin situs ini akan ngetop tapi ini benar-benar melampaui harapan kami yang paling gila sekali pun,” kata Udi Davidovic dari Badan Kesehatan Publik di Amsterdam (Lihat “Pelatihan Seks Aman Online Banjir Pengunjung,” www.kompas.co.id 2 Februari 2008).

“Soal seks yang menarik perhatian orang itu, apakah termasuk salah satu teori jurnalistik?” saya mengirim SMS kepada wartawan senior itu, saat selesai menulis artikel ini. Jawaban SMS dia, “Dancuk awakmu…he…” Lalu apa pendapat Anda?

About these ads

53 pemikiran pada “Situs Seks yang Diklik Sejuta Kali

  1. yahhhh mang dah jamannya kali’ beda ama kita2 jaman 80-an but peranan media sangat penting dalam “penegakan” (mang dah ambruk???) moral bangsa :)

  2. Kayanya asalnya karena pendidikan tentang itu sangat minim. Makanya lebih banyak yang mencari sendiri ilmunya. Bahkan mencoba mempraktekkan terlebih dahulu. Rasa ingin tahu juga mendorong untuk membukanya. Terlebih di Indonesia ini kan tidak pernah ada yang seperti itu.

  3. pendidikan sex nggak ada ngaruhnya bos…, butinya negara2 yang katannya maju dan demokrasi plus pendidikan sexnya, malahan lebih parah kok….

    Jadi yang penting itu moral, etika juga budi pekerti….

  4. Manusia diciptakan dengan ‘kepemilikan nafsu’. Jadi, wajar hal2 yang berbau pornografi bisa membuat orang melakukan apa saja. Tergantung, dari sisi mana kita melihat nafsu. Jadi saya setuju bahwa tidak selamanya seks itu arahnya negatif

  5. Tentu, judul-judul bombastis adalah salah satu kunci untuk mendatangkan banyak pengunjung. ;)
    Kalo di Indonesia IMO orang banyak cari hal-hal begituan karena budaya ketimuran kita. Kenapa? Soalnya sebagaimana sikap kita yang menganggap itu adalah hal yang sangat pribadi untuk dibicarakan, sehingga membuat banyak yang menahan diri dari membicarakan hal-hal itu, sehingga apa yang mau diekspresikan seseorang ngga keluar.

    Ketika menjelajahi dunia maya…nah… :mrgreen: …gejolak yang selama ini ditahan-tahan ya dilampiaskan di situ dengan membuka situs-situs yang relevan. :P

  6. setuju ma bang streetpunk, sesuatu yang udah DILIHAT, trus DITAHAN lha tinggal nunggu DIKELUARIN aja, iya khan ??

    coba tebak apaan tu ?
    banyak jawabnya, btw yang paling tepat ya esek-esek itu…

  7. Manusia hidup ada batasnya…. Kekuasaan yang dimiliki tidak selamanya…….. Hidup ini penuh misteri…. Sadarlah bahwa kita pasti nantinya akan meninggal…

  8. Mereka yang doyan bisa jadi umat Nabi Luth yang masih tersisa,
    mereka anggap itu adalah tujuan hidupnya….
    urusan-nya cuman perut dan
    yang dibawah perut…
    hanya sekitar itu-itu saja….gak lebih….
    Berfikir lain langsung errorr.

  9. Seperti halnya keperawanan, itu tidaklah penting. Jauh lebih penting, akhlak dan moral dibalik hilangnya keperawanan itu sendiri. Dalam artian, hilangnya keperawanan karena perkosaan atau kecelakaan pisik lainnya, adalah yang tidak ada kaitannya dengan akhlak dan moral. Tetapi sebab karena hubungan badan diluar nikah, yang cukup bilang I Love You lalu orgasme.
    Kembali lagi, jadi; bukan pendidikan sex yang penting, meskipun tetap diperlukan. Tetapi adalah jauh lebih penting pendidikan akhlak dan moral, tidak hanya sex, tetapi ini akan menata sikap hidup kita sampai nanti Sang Khalik memanggil.
    Untuk shortcut, perbaikan akhlak dan moral bisa dimulai dengan memasukkan praktikum mengurus jenazah dari mulai memandikan hingga dikuburkan.
    Praktikum ini sebagai pelengkap dari pelajaran agama yang ada sekarang, terutama agama Islam. Pada tingkatan yang rentan dan sedang dibentuk yaitu SMP dan SMA.
    Saya yakin, dengan mengingat mati sejak dini akan mengurangi penyalahgunaan nafsu dan sebaliknya akan bisa menjaga akhlak dan moral dirinya dan juga membantu mengingatkan teman-temannya.

    Wassalam,
    Anthoni Roy

    Sex tidak untuk dilawan, tetapi untuk dinikmati dengan akidah.

  10. BERMAIN catur dipercaya bisa meningkatkan daya pikir, menanamkan kesabaran, dan semangat pantang menyerah. Permainan menggunakan bidak dan papan kotak-kotak tersebut terbukti membuat anak lebih sportif dalam berkompetisi.

    Catur berbeda dengan sebagian besar jenis permainan yang dimainkan bersama-sama. Dengan dua orang pemain, membuat catur menjadi permainan yang cenderung lebih serius dibandingkan permainan lainnya.

    Walaupun terkesan serius dengan masing-masing pihak menguasai 16 bidak, permainan itu ternyata memiliki dampak yang sangat baik bagi perkembangan jiwa maupun mental anak. Permainan catur dianggap bisa membuat anak berpikir lebih cepat dan taktis. Bahkan, mengajarkan anak untuk tidak menyerah ketika menghadapi masalah.

    Seiring dengan semakin terbukanya pengetahuan dan kemudahan mendapatkan informasi, semakin sadar pula orangtua akan pentingnya mengenalkan permainan catur pada anak sejak dini. Hal tersebut tentu saja beralasan karena permainan catur sendiri sudah terbukti membuat anak lebih sportif dalam berkompetisi.

    “Catur adalah olahraga untuk semua umur. Namun, lebih baik jika permainan catur sudah diajarkan kepada anak sedini mungkin. Itu karena sisi positif bermain catur lebih mudah diserap anak-anak,” kata Pengajar Olahraga di SD Rawamangun, Gunawan Pambudi.

    Menurut Gunawan, anakanak yang telah memahami permainan catur, biasanya lebih mudah mengerti lingkungannya, bisa memahami kesulitan anak lain, bahkan anak-anak yang terbiasa bermain catur, tumbuh sebagai anak-anak yang sabar.

    “Lewat bermain catur, anak-anak juga diajarkan bagaimana menghargai orang lain. Kalau mereka kalah, anak-anak diajarkan untuk menghargai kemenangan orang lain. Itu yang tidak banyak ditemukan di lingkungan sekarang,” terangnya.

    Keuntungan lainnya, melatih anak untuk selalu mempersiapkan rencana dengan penuh perhitungan dan persiapan. “Setiap kali menjalankan bidak, anak-anak dilatih untuk berpikir yang terbaik. Kebiasaan mengatur langkah itu membuat logika anak akan berjalan baik,” katanya.

    Lewat permainan catur yang dimainkan bersama-sama di rumah, anak-anak juga dilatih untuk menghargai orang lain.

    “Dalam permainan catur, anak-anak diajarkan untuk menghargai setiap bagian dari bidak. Itu membuat anak-anak memahami pentingnya posisi orang lain. Dengan demikian, anak-anak tidak akan egois,” katanya lagi.

    Menurut Master catur asal Rusia, Anatoly Karpov, bermain catur sejak dini memudahkan pemahaman anak pada beberapa mata pelajaran dan mempersiapkan siswa menganalisis situasi sulit serta mengambil keputusan secara cepat.

    Dia menuturkan, penting juga untuk membangun hubungan masyarakat dari generasi berbeda. Permainan itu juga bisa menjadi perisai bagi anak-anak dan pemuda untuk menjauhi alkohol atau obat-obat terlarang.

    “Kalau anak sudah terbiasa dan dilatih bermain catur sejak dini, dijamin di masa depan, anak-anak tersebut akan terlahir sebagai remaja- remaja yang bisa bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri ataupun lingkungan,” katanya.

  11. apa lah arti dari sebuah seks melainkan hanya nafsu dan petaka belaka,
    apakah arti mata kalau digunakan untuk melihat pemandangan keturunan iblis penghuni neraka
    taubatlah kepada Allah SWT yang merupakan pencipta jiwa dan raga sekaligus jagad raya
    ayo kita semua bertaubat dengan taubat nasuha

  12. ass..saya sangat setuju dengan pemaparan saudara,
    dan tapi saya dengan kebijakan pemerintah tentang kasus miyabi itu, kok di gembor-gemborkan,semakin digembor-gemborkan masyarakat akan semaki penasaran

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s