Invasi Amerika Hancurkan Peninggalan Kuno di Irak*


Menara Babel, salah satu peninggalan kuno yang tersisa di Irak-http://www.dw-world.de/dw/article/0,2144,3151222,00.html

Kawasan antara Sungai Euphrat dan Tigris telah menjadi pusat peradaban, ketika umat manusia di Eropa dan Amerika Utara masih tinggal di dalam gua. Sejak tentara Amerika Serikat menginvasi Irak, kawasan itu lalu menjadi rusak parah. Tak hanya oleh tindakan yang sembrono melainkan juga akibat guncangan yang ditimbulkan oleh kendaraan truk dan panser.

Sosial Budaya (Radio Jerman)

Kekayaan arkeologi Irak ini, menarik perhatian para ilmuwan di seluruh dunia untuk menelitinya. Sejak invasi tentara Amerika Serikat, semua usaha ini terhenti sama sekali. Terjadi penjarahan besar-besaran di museum nasional Irak, setelah Baghdad direbut. Dan terus bermunculan laporan, dilakukannya penggalian tanpa izin dan benda-benda antik diselundupkan keluar negeri.

Tentara Amerika Serikat tidak peduli dengan tempat-tempat arkeologi dan peninggalan sejarah. Dengan demikian mengancam keberadaannya. Margarethe van Ess, pakar Irak dari Lembaga Arkeologi Jerman mencemaskan keadaan tersebut.

“Saya pikir masalahnya menyangkut keperluan militer. Dan ini selalu merupakan diskusi di seluruh dunia. Ini berlaku di seluruh negara yang mengalami, perang saudara atau sesuatu, yang mengakibatkan benda-benda budaya menjadi korban. Hal ini sangat mudah terjadi, karena jarang sekali pihak yang berwenang diberi informasi atau ditanyai. Dan dari orang-orang awam, dalam hal ini pihak militer, tidak diharapkan dapat mengetahui apa yang mereka lakukan.“

Setelah melakukan invasi, tentara Amerika Serikat ditempatkan di tengahkota antik Babylon, dan tentu saja ini menimbulkan kerugian dan kerusakan. Tidak hanya akibat tindakan yang sembrono, melainkan juga akibat guncangan yang ditimbulkan oleh kendaraan truk dan panser.

Pejabat Irak mengumumkan sebuah peraturan yang menyatakan kawasan Mesopotamia dengan radius satu sampai dua kilometer, sebagai kota bersejarah, dan melarang dilakukan aksi militer di kawasan itu. Tapi kerusakan tetap terjadi. Margarethe von Ess mengatakan:

“Di dekat Ur, pembangunan pangkalan udara militer menimbulkan kerusakan di kawasan bersejarah dan juga di kawasan pinggiran.”

Pangkalan udara itu merupakan yang terbesar di kawasan Timur Tengah. Karena merupakan daerah militer yang terlarang, pihak dari Jawatan Arkeologi Irak tidak dapat memasuki kawasan ini. Juga situasi keamanan di Irak merintangi para arkeolog asing untuk mengunjunginya.

Meskipun demikian, pakar Irak dari British Museum, John Curtis, tahun lalu mengunjungi kawasan. Ia memang tidak dapat bertemu dengan rekan-rekannya dari Irak, tapi dapat menuliskan kerusakan yang terjadi akibat penggalian dan pembuatan jalan.

Selain itu John Curtis mengungkapkan satu kabar yang menggembirakan, bahwa tempat bersejarah dan cagar budaya terletak dalam wilayah militer yang terlarang. Dengan demikian dapat dilindungi dari aksi penjarahan.

Margarethe van Ess menyerukan kepada pihak Amerika Serikat untuk melindunginya, dan melakukan serta meningkatkan kerja sama dengan pihak berwenang Irak. Selain itu ia juga mengharapkan agar situasi di Irak segera membaik, agar pakar internasional dapat kembali melakukan penelitian dan risetnya di Irak. (ar)

*Dikutip secara lengkap dari situs Radio Jerman berjudul “Peninggalan Kuno Irak Hancur Akibat Perang” edisi 26 Februari 2008.

About these ads

Satu pemikiran pada “Invasi Amerika Hancurkan Peninggalan Kuno di Irak*

  1. kalau gitu siapa sih yang barbar ?? siapa yang kolot dan tak berbudaya..siapa yg teroris sesungguhnya…jangan mau percaya sama Film Holywood yg selalu mencitrakan amerika adalah negara yang wah segalanya……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s