Kejelasan tentang nama calon Gubernur BI semakin melengkapi sinisme publik terhadap pergantian Gubernur BI, yang sejak zaman Soedradjad Djiwandono digantikan oleh Syahril Sabirin lalu Syahril ke Burhanuddin Abdullah, selalu didahului dengan “sengketa” politik para penguasa. Kini pergantian Burhanuddin pun diawali dengan “sengketa” semacam itu melalui pernyataan Anwar Nasution tentang aliran dana BI ke sejumlah anggota DPR. Lalu bagaimana nasib kasus BLBI itu sendiri?
Filed under: Ekonomi, opini | Ditandai: Abdurrahman Wahid, Agus Martowardojo, Anwar Nasution, Bank Bali, Bank Indonesia, Bank Mandiri, Bank Permata, bankir, BCA, BI, BLBI, BPK, Burhanuddin Abdullah, DPA, DPR, Ekonomi, Gubernur BI, Indonesia, Keuangan, Korupsi, KPK, Legislatif, Nasional, Oey Hoey Tiong, Orde Baru, Parlemen, Perbankan, Presiden, Raden Pardede, Rusli Simanjuntak, SBY, Soedradjad Djiwandono, Suap, Syahril Sabirin, Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia | 10 Komentar »








