Susno Duadji, Harapan Baru Polisi*


antobilang.wordpress.comTidak perlu ada lagi setoran-setoran. Tidak perlu ingin kaya. Dari gaji sudah cukup. Kalau ingin kaya jangan jadi polisi, tetapi pengusaha. Ingat, kita ini pelayan masyarakat. Bukan sebaliknya, malah ingin dilayani. Kalau minggu depan masih ada yang nakal, saatnya main copot-copotan jabatan.

oleh Pikiran Rakyat
RABU (30/1) lalu, Kapolda Jabar Irjen Pol. Drs. Susno Duadji, S.H., M.Sc., mengumpulkan seluruh perwira di Satuan Lalu Lintas mulai tingkat polres hingga polda. Para perwira Satlantas itu datang ke Mapolda Jabar sejak pagi karena diperintahkan demikian. Pertemuan itu baru dimulai pukul 16.00 WIB.

Dalam rapat itu, kapolda hanya berbicara tidak lebih dari 10 menit. Meski dilontarkan dengan santai, tetapi isi perintahnya “galak” dan “menyentak”. Saking “galaknya”, anggota Satlantas harus ditanya dua kali tentang kesiapan mereka menjalani perintah tersebut.

Isi perintah itu ialah tidak ada lagi pungli di Satlantas, baik di lapangan (tilang) maupun di kantor (pelayanan SIM, STNK, BPKB, dan lainnya). “Tidak perlu ada lagi setoran-setoran. Tidak perlu ingin kaya. Dari gaji sudah cukup. Kalau ingin kaya jangan jadi polisi, tetapi pengusaha. Ingat, kita ini pelayan masyarakat. Bukan sebaliknya, malah ingin dilayani,” tutur pria kelahiran Pagaralam, Sumatra Selatan itu.

Pada akhir acara, seluruh perwira Satlantas yang hadir, mulai dari pangkat AKP hingga Kombespol, diminta menandatangani pakta kesepakatan bersama. Isi kesepakatan itu pada intinya ialah meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang tepat waktu, tepat mutu, dan tepat biaya.

Susno memberi waktu tujuh hari bagi anggotanya untuk berbenah, menyiapkan, dan membersihkan diri dari pungli. “Kalau minggu depan masih ada yang nakal, saatnya main copot-copotan jabatan,” kata suami dari Ny. Herawati itu.

Pernyataan Susno itu menyiratkan, selama ini ada praktik pungli di lingkungan kepolisian. Hasil pungli, secara terorganisasi, mengalir ke pimpinan teratas. Genderang perang melawan pungli yang ditabuh Susno tidak lepas dari perjalanan hidupnya sejak lahir hingga menjabat Wakil Kepala PPATK (Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan). PPATK adalah sebuah lembaga yang bekerja sama dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) menggiring para koruptor ke jeruji besi.

Berikut petikan wawancara wartawan “PR” Satrya Graha dan Dedy Suhaeri dengan pria yang telah berkeliling ke-90 negara lebih untuk belajar menguak korupsi.

PR: Apa yang membuat Anda begitu antusias memberantas pungli atau korupsi?
Susno: Saya anak ke-2 dari 8 bersaudara. Ayah saya, Pak Duadji, bekerja sebagai seorang supir. Ibu saya, Siti Amah pedagang kecil-kecilan. Terbayang kan betapa sulitnya membiayai 8 anak dengan penghasilan yang pas-pasan. Oleh karena itu, saat lulus SMA saya memilih ke Akpol karena gratis.

Nah, waktu sekolah, kira-kira SMP, saya punya banyak teman. Beberapa di antaranya dari kalangan orang kaya, seperti anak pejabat. Sepertinya, enak sekali mereka ya, bisa beli ini-itu dari uang rakyat. Sejak itulah, terpatri di benak saya, ada yang tidak benar di negara ini dengan kemakmuran yang dimiliki oleh para pejabat. Maka, saya sangat bersyukur bisa berperan memberantas korupsi saat mengabdi di PPATK. Itulah tugas saya yang paling berkesan selama ini karena bisa menjebloskan menteri, mantan menteri, dan direktur BUMN, yang memakan uang rakyat. Ada kepuasan batin.

PR: Pengalaman di PPATK itukah yang membuat Anda menabuh genderang perang melawan pungli saat masuk ke Polda Jabar?

Susno: Seperti itulah. Akan tetapi, harusnya diubah, bukan pungli. Kalau pungli, terkesan perbuatan itu ketercelaannya kecil. Yang benar adalah korupsi. Pungli adalah korupsi. Mengapa korupsi yang saya usung? Karena sejak zaman Majapahit dulu, korupsi itu salah. Apalagi, jika aparat hukum yang korup. Bagaimana kita, sebagai aparat hukum, bisa memberantas korupsi kalau kitanya sendiri korupsi.

Oleh karena itu, sebagai tahap awal, saya “bersihkan” dulu di dalam, baru membersihkan yang di luar. Bagaimana saya mau menangkap bupati, direktur, dan lain-lain kalau di dalamnya belum bersih dari korupsi. Kalau aparatnya korupsi, tamatlah republik ini.

Tahap awalnya biasa saja. Umumkan, lalu periksa ke atasan tertingginya, yaitu saya, selanjutnya keluarga saya. Setelah itu pejabat-pejabat di Polda. Baru kemudian ke kapolwil, kapolres, dan seterusnya.

Kenapa harus dimulai dari saya. Karena saya pimpinan tertinggi di Polda Jabar ini. Ingat, memberantas korupsi bukan dimulai dari polisi yang bertugas di jalan raya. Kalau di pemerintah, bukan dari tukang ketik, atau petugas kecamatan yang melayani pembuatan akte kelahiran. Akan tetapi, dimulai dari pimpinan tertinggi di kantor itu.

Artinya, saya sebagai pimpinan jangan korupsi. Bentuknya macam-macam, seperti mendapat setoran dari bawahan, setoran dari pengusaha-pengusaha, mengambil jatah bensin bawahan, atau mengambil anggaran anggota saya. Oleh karena itu, saya tidak akan minta duit dari dirlantas, direskrim, atau kapolwil. Tidak juga mengambil anggaran mereka, atau uang bensin mereka.

PR: Jadi, kalau di provinsi, misalnya, ada korupsi, yang salah bukan karyawannya, tetapi gubernurnya. Memberantasnya bagaimana?
pertanyaanku.wordpress.com
Susno: Mudah saja. Tinggal copot saja orang tertinggi di instansi itu.

PR: Untuk program “bersih-bersih” itu, kira-kira Anda punya target sampai kapan?
Susno: Secepatnya. Ya, dua-tiga bulan. Kalau tidak segera, bagaimana kita menunjukkan kinerja kepada rakyat. Kita tidak perlu malu dan takut nama kita jatuh kalau bersih-bersih dari korupsi di dalam.

Kita tidak akan jatuh merek dengan menangkap seorang kolonel polisi atau polisi berbintang yang korupsi. Kalau perlu, tulis gede-gede itu di koran. Dan, anggota saya yang ketahuan korupsi, akan saya pecat. Jika memang saya harus kehabisan anggota saya di Polda Jabar karena semuanya saya pecat gara-gara korupsi, kenapa tidak.

Apa yang harus ditakutkan. Saya yakin, rakyat pasti senang kalau polisi bebas dari korupsi. Polisi itu bukan milik saya, tetapi milik rakyat. Saya justru merasa lebih tidak terhormat kalau memimpin kesatuan yang anggotanya banyak korupsi.

PR: Berbicara soal penanganan kasus korupsi. Betulkah mengusut kasus korupsi bagaikan mengurai benang kusut. Pasalnya, para penyidik tipikor Polda Jabar mengaku kesulitan mengungkap kasus korupsi dengan alasan perlu kajian yang mendalam atas bukti-bukti sehingga memakan waktu lama?

Susno: Hahaha…. (Susno tertawa lepas). Mengusut kasus korupsi itu jauh lebih mudah ketimbang mengusut kasus pencurian jemuran. Mengungkap kasus pencurian jemuran perlu polisi yang pintar karena banyak kemungkinan pelakunya, seperti orang yang iseng, orang yang lewat, dan beberapa kemungkinan lainnya.

Kalau kasus korupsi, tidak perlu polisi yang pintar-pintar amat. Misal, uang anggaran sebuah dinas ada yang tidak sesuai. Tinggal dicari ke mana uangnya lari. Orang-orang yang terlibat juga mudah ditebak. Korupsi itu paling melibatkan bosnya, bagian keuangan, kepala proyek, dan rekanan. Itu saja. Jadi, kata siapa sulit? Sulit dari mananya. Tidak ada yang sulit dalam memberantas korupsi. Kuncinya hanya satu, kemauan yang kuat. Harus diakui, itu (memberantas korupsi) memang susah karena korupsi itu nikmat. Apalagi, saat memegang sebuah jabatan.

Contohnya saja posisi Kapolda. Siapa sih yang tidak mau jadi Kapolda. Ibaratnya, tinggal batuk, apa yang kita inginkan langsung datang. Pertanyaannya, mau atau tidak terjerumus di dalamnya (korupsi). Kalau saya, jelas tidak. Itu hanya kenikmatan duniawi sesaat saja. Untuk apa sih duit banyak-banyak hingga tidak habis tujuh turunan. Gaji saya saja sekarang sudah besar. Mobil dikasih. Bensin gratis. Ada uang tunjangan ini-itu. Sudah lebih dari cukup. Anak-anak saya juga sudah kerja semua. Bahkan, gajinya lebih besar dari saya.

PR: Lalu, langkah apa yang akan Anda buat agar Polda Jabar giat mengungkap kasus
korupsi?

Susno: Seperti saya katakan tadi, bersih-bersih dulu di dalam. Jika sudah bersih di dalam, baru membersihkan di luar. Dan kasus korupsi akan menjadi salah satu target kami. Kami akan genjot pengungkapan kasus korupsi biar Jabar bergetar.

Untuk itu, kami akan berkoordinasi dengan PPATK untuk mengusut kasus-kasus korupsi di Jabar yang melibatkan pejabat publik. PPATK pasti mau membantu asalkan anggota saya bersih dan bisa dipercaya. Kita juga bisa diberi kasus-kasus. Kalau tidak bersih dan tetap “bermain” bagaimana bisa dipercaya. Kalau orang sudah percaya sama kita, maka banyak kasus yang masuk.

Akan tetapi, bukan karena basic saya di korupsi sehingga korupsi digenjot. Kasus lainnya juga dikerjakan. Dan, untuk itu harus tertib administrasi, salah satunya dengan membuat sistem pelaporan perkara berbasis IT yang terintegrasi dari polsek hingga ke polda. Untuk apa? Agar kita tahu setiap ada perkara yang masuk.

Jadi, alangkah bodohnya seorang kapolda jika tidak mengetahui jumlah perkara di jajarannya. Kalau jumlahnya saja tidak tahu, bagaimana tahu isi perkaranya. Dalam sistem pelaporan perkara tersebut, nantinya ada klasifikasi perkara. Perkara mana yang porsinya polda, polwil, polres, dan polsek. Untuk polda, misalnya kasus teror dan korupsi. Soal lapor boleh di mana saja.

Kita juga harus mempertanggungjawabkan hal itu ke pelapor dengan mengirim surat kepada pelapor bahwa kasusnya ditangani oleh penyidik ini, ini, dan ini. Kemajuannya dilaporkan secara berkala.

Ini akan menjadi standar penilaian untuk penyidik. Dan kapolda mengetahui semua ini karena sistemnya ada sehingga tidak pabaliut. Saya paling tidak suka yang pabaliut- pabaliut.
windede.com
Mungkin, bagi sebagian orang, pabaliutitu enak karena sesuatu yang tidak tertib administrasi itu paling enak untuk diselewengkan. Benar tidak?

PR: Langkah Anda memberantas pungli dan korupsi di tubuh Polda Jabar kemungkinan akan memberi efek pada pengungkapan kasus dengan alasan anggaran yang minim. Menurut Anda?

Susno: Kalau kita pandang minim, pasti minim terus. Kapan cukupnya. Kalau anggaran sudah habis, jangan dipaksakan memeras orang untuk menyidik. Mencari klien yang kehilangan barang di sini, memeras di tempat lain. Siapa yang suruh? Bilang saja sama rakyat, anggaran kita sudah habis untuk menyidik. Kita tidak perlu sok pahlawan.

Perilaku memeras atau menerima setoran itu zaman jahiliah. Tidak perlu ada lagi anggota setor ke kasat lantas atau kasat serse, lalu kasat serse setor ke kapolres, dan kapolres setor ke kapolwil untuk melayani kapolda. Jangan pernah setori saya. Lingkaran setan itu saya putus agar tidak ada lagi sistem setoran.Bukan zamannya lagi seorang kapolsek, kapolres atau kapolwil bangga karena mampu membangun kantornya dengan megah. Dari mana duitnya kalau bukan dari setoran orang-orang yang takut ditangkap, seperti pengusaha judi, dan penyelundupan. Tidak mungkin dari gaji, wong gajinya hanya Rp 5-6 juta. Menurut saya, anggota yang melakukan itu hanya satu alasannya, ingin kaya. Kalau ingin kaya, jangan jadi polisi, tetapi jadilah pengusaha.

PR: Sikap Anda tersebut kemungkinan memunculkan pro dan kontra di lingkungan kepolisian?

Susno: Lho, kenapa harus jadi pro dan kontra. Peraturannya sudah jelas mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh. Korupsi jelas-jelas dilarang dan ancamannya bisa dipecat. Jadi, tidak perlu diperdebatkan. Titik.

Bagi saya, siapa yang menjadi pemimpin harus mau mengorbankan kenikmatan dan kepuasan semu. Nikmat dengan pelayanan, dengan sanjungan, serta nikmat dengan pujian palsu.

Malu dong bintang dua jalan petantang-petenteng, tetapi anak buah yang dipimpinnya korupsi dan memberikan pelayanan tidak sesuai dengan standar. Malu juga dong kita lewat seenaknya pakai nguing-nguing (pengawalan), sementara rakyat macet. Itu juga korupsi.

Polisi yang korup sama saja dengan melacurkan diri. Jadi, kalau saya korup dengan menerima setoran-setoran tidak jelas, apa bedanya saya dengan pelacur.

*Dikutip secara lengkap dari koran Pikiran Rakyat 10 Februari 2008, dengan judul Kapolda Jabar Irjen Pol. Susno Duadji, ”Jangan Pernah Setori Saya.”

About these ads

89 pemikiran pada “Susno Duadji, Harapan Baru Polisi*

  1. Salut buat Susno Duadji,,,, demi perbaikan Polri bongkar terus makelar kasus dan mafia – mafia korupsi di tubuh Polri .. dan saya yakin masih banyak hal serupa yang diungkap Susno Duadji ……. Bagaimana ….pak Kapolri ……

  2. Kinekerja kepolisian memang sangat harus diperbaiki.POLRI kita harus berani&profesional,baik dalam tugas maupun dalam memperbaiki diri.contohnya seperti pak susno dia berani.tujuan beliau agar kepolisian kita harus memperbaiki diri agar lebih baik lagi.kitapun bersyukur densus 88 berhasil mengungkap jaringan teroris dimana citra POLISI kita kembali harum dimata masyarakat indonesia.HIDUP DENSUS 88.

  3. kpada bpk susno.yg saya hormati mudah-mudahan bpk yg menggantikan kpolri bambang hendarso danuri.saya bosan melihat nya seolah2menupnutupi borok kepolisian.

  4. Hidup pak susno…pak biarkan ajing menggonggong kapila tetap berlalau…hanya orang2 pelaku korupsi yang tak mendukung bapak karena mereka takut diseret ke jeruji besi makanya tidak setuju dengan genderang perang yang bapak kobarkan, saya yakin orang2 yang menyepelekan tekat bapak adalah orang2 musuh negara mendapatkan uang dari memeras rakyat, tapi ku yakin bahwa bapak adalah cermin daerah kita orang yang apa adanya dan tak hobi menjilat pantat dan pandai bersandiwara dan hanya bisa mengumnpat karna berada dibalik moral2 yang bejat, bila perlu selidiki juga orang2 yang kayaknya g setuju dengan pernyataan pak susno saya yakin mereka adalah salah satu pelakunya atau sekurang2nya antek2nya,…saya bangga dengan pak susno yang mencerminkan pribadi yang gentelman dan bukan orang yang penjilat….Wong kito banget pak…

  5. adakah yang berani seperti pak susno?kapan lagi kita berubah, apa kita mau dinina bobokan lagi.jangan bangunkan rakyat.cepat tindak tegas para koruptor wahai penegak hukum.kalau perlu dihukum mati aja.biar anak cucu kita tidak mengikuti jejak mereka nantinya.mau dibawa kemana lagi negara kita ini kalau para koruptor tidak dibasmi.masa teroris aja dihukum mati.knapa para koruptor tidak?MEREKAKAN JUGA MEMBUNUH RAKYAT.(koruptor=pembunuh berdarah dingin).

  6. Jujur saya bingung dengan semua drama ini. Yang tahu kebenaran dan ending semua cerita ini hanya Gusti Allah dan hati nurani pelaku-pelaku drama tsb.

    Saya hanya berbaik sangka kepada pak susno dan petinggi negeri ini dan percaya bahwa Tuhan akan memberikan kebaikan dan jalan keluar dari semua masalah.

  7. Saya sangat terharu dari sikap dan kepribadian bapak yang sangat jelas WARNANYA, inilah seharusnya karakter yang harus dimiliki para pengelola negeri ini agar Bangsa ini bisa bergerak MAJU bukan seperti sekarang ini BERGERAK MUNDUR, kenapa saya katakan bergerak mundur ? coba, hampir satu generasi (64Th) Bangsa ini merdeka apa yang bisa membuat kita senyum (bangga) ? yang ada pemiskinan etika, moral dan penghilangan nilai-nilai rasa kebangsaan(korupsi).
    Pak Sus.Saya percaya karena bapak bagian dari pemerintahan ini, idealisme dan kepribadian yang bapak miliki suatu saat akan mendapat perlawanan bahkan sampai disingkirkan, dan itu terbukti. Akan tetapi itulah bagian dari konsekwensi suatu kebenaran(hatinurani), dan kebenaran itu tidak mengejar dunia (pangkat, jabatan, dll), Tuhan lah yang selalu menemani dan melindungi perjalanan hidup Bapak & keluarga, Amin

  8. Saya Bukan Orang Indonesia . tetapi saya percaya dan yakin bahwa Komjen Susno adalah salah satu Puntra Terbaik Bangasa Indonesia , dan salah satu Perwira terbaik yang di miliki POLRI .

  9. Semoga Indonesia diberkahi personil2 abdi negara yang berwawasan keadilan, kejujuran, tanggung-jawab moral, pada tugas, amanat penderitaan rakyat yang diayominya, pemimpin keluarga yang amanah, berakhlak mulya, namun mengedepankan kesejahteraan bersama bagi seluruh lapisan masyarakat di bumi Nusantara, Pak Susno meski anda tak luput dari khilaf dan salah yang sangat manusiawi, semoga anda berada dalam barisan orang2 yang menerima amanah dg ikhlas dan lapang dada…! semoga Allah menyelamatkan hambanya yang bercita-cita demi menegakkan kebaikan dan keutamaan di Republik ini, Insya Allah !

  10. Susno Pahlawan Kesiangan, mnrt sy syah aja krn smua Pahlawan akan hadir belakangan. Yang jelas Susno adalah Pejuang percis spt ibu Sri Mulyani yg taruhannya adalah ‘nyawa’, ‘penjara’ atau ‘copot jabatan’. Salah satu Perjuangan Susno ketika menjabat Kapolda Jabar adalah menghapuskan Operasi Tilang di wilayah Jabar khususnya kota Bandung yg klo dihitung secara keseluruhan lbh banyak kerugiannya dr pd untungnya, malah menambah buruk citra Polri (masyarakat banyak yg melanggar, Polisi jd memeras) ini namanya Ciloko 2x. Polisi mana yg mampu berbuat spt ini? Dgn dihilangkan Operasi razia Lalin terlihat jelas yg BOBROK tuh Masyarakatnya tapi POLISInya msh BERSIH, Ini jelas Susno Cinta kpd Korps Polisi. Bukankah masyarakat Indonesia memimpikan dan mengidam-idamkan Polisi Bersih dan Bermartabat? Dengan dijadikannya Susno sbg Tersangka dan di Bui, itu adalah bagian drpd Perjuangannya yg hrs diterima dgn iklas dan tawakal.
    Msh adakah Polisi yg jujur ? Saya Yaqin se Yaqinnya.. masih banyak polisi jujur di Republik ini.
    Msh adakah Polisi yg Jujur dan Berani? kalo yg ini seh… jgnkan Polisi, Pejabat/ Anggota Dewan bahkan Masyarakatpun Ane Yuaqien : …kage ade tuch……
    Sy heran dgn perjuangan Susno yg bgt berat, ttp msh ada orang yg mengangap Susno itu, Pahlawan kesiangan, Maling, Penghianat! apa kt ndak bercermin klo kt-kt tuh bukan siapa2,apa yg telah kt lakukan? apa yg telah kt perjuangkan u rakyat? Selain menghujat dan bekerja menghabiskan uang Rakyat.
    Menurut Saya Ibu Herawati/Susno tdk perlu memohon kpd Presiden/Ibu Neg. u meminta perlindungan, krn mrk manusia biasa yg bsk atau lusa bs lengser, lbh baik terus tiada henti memohon perlindungan kpd “Tuhan” dan meminta doa kpd seluruh “rakyat Indonesia”, krn kita tdk tau doa siapa yg akan dikabulkan. Walaupun pd akhirnya memang peran susno sampai disini saja, akan ttp sejarah Bangsa Indonesia sdh mencatat bhw Polisi yg Berani dan Jujur hanya ada 2 yaitu Hoegeng dan Susno
    Pahlawan besar umumnya banyak yg msk bui, belum lengkap sbg pahlawan kalo hanya hidup enak bermewah-mewah dan merasakan fasilitas negara. Semoga semangat, niat baik dan perjuangan Susno untuk memberantas Kejahatan Korupsi dan reformasi di tubuh POLRI tetap dijalankan, Keharuman Polri adalah Lambang Kejayaan Rakyat Indonesia…Hidup POLRI!!..
    Maju terus Pak Susno, Kel. anda dan Seluruh Rakyat Indonesia yg ANTI KORUPSI siap mendukungmu.
    Saya Sekeluarga mendoakan Kel.Susno tetap diberi Ketabahan dlm menghadapi cobaan ini.

  11. Ya Alloh Ya Robbi… Berilah kemudahan pada jalan hidup Pak Susno Duadji yang berusaha berjuang menegakkan sendi-sendi kebenaran, berjuang memberikan yang terbaik pada negeri ini. Tumbuhkanlah Susno Duadji lain yang banyak di negeri tercinta ini, yang berani berkorban uintuk kebenaran …. Amien

  12. Teroris di “Hukum Mati” padahal jumlah korbannya hanya 100 orang ‘perTaun’.
    Koruptor hanya “3th Penjara”, 7 bln sdh bebas dan menikmati hasil korupnya, padahal jumlah Korbannya PerHari : “Seluruh Rakyat Indonesia”.
    Kalo saja Aparat sudah Tidak mampu menangani Koruptor suatu saat mungkin Terorislah yg akan membasmi Koruptor…
    Astagfirullah……Kumaha atuh Nagara teh,,,Rek jadi Naon…?

  13. orang seperti pak susno ini yang harus kita jadikan pemimpin kenapa Kita masarakat indonesia membiarkan orang seperti paksusno teraniaya oleh desakan mafia ????

  14. Maju terus pak Komjen Susno Duadji (SD)…. memang pak SD masih manusia yang tidak luput dari kekurangan dan kehilafan, tetapi dari sekian banyak Pati Polri baru pak SD yang berani membongakar kasus Mafia Hukum, ternyata melibatkan aparat penegak hukum sendiri (oknum2 Polri, Jaksa, Hakim, Pengacara dan Perpajakan). Para Mafia Hukum yang didalangi oknum penegak hukum sendiri telah merugikan negara miliaran rupiah setiap tahun, luar biasa penghianatan mereka sama NKRI. Oleh sebab itu saya himbau pak Densus 88 jangan hanya berani menembak Teroris, tetapi juga harus berani menembak para Koruptor karena mereka (Teroris dan Koruptor) sama2 Penghianat NKRI.

  15. Dukung Susno jadi KAPOLRI InsyaAllah penegakan hukum di negara kita akan baik. dengan polisi seperti beliau…. bismilahirrohmanirrohim….. terus berjuang Pa Susno.,…

  16. pak susno, bapak mungkin terlambat tapi lebih bagus terlambat dari pada tidak, kalau bapak mengungkap saat bapak di kabag reskrim mungkin bapak tak bisa dijeblos seenaknya seperti sekarang ini, tapi bapk sudah berbuat yang terbaik utuk bangsa ini dan ini menjadi sejarah kedepan, sekarang aja siapa yang tidak kenal susno, walaupun bapak dianggap jajaran polri tetapi polri tidak pernah sanyang kepada anaknya sendiri wahai polisi yang lain jadilah susno-susno lain nantinya dan untuk saudara ketahui bahwa apapun yang anda buat untuk atasan anda atasan anda tidak pernah mau tau dengan saudra lihat susno sekarang, kami rakyat tetap setia dan mencari orang seperti susno, berjuang terus susno mana lambaian tangan kanan mu kami merindukan nya semoga Allah bersama kita semua amiin

  17. Allahuakbar 3X. Pak Susno kami tau sangat banyak Anggota kepolisian yg kebakaran jenggot yang masih memegang kekuasaan yang membenci Bapak ,bahan ingin menghabisi bapak, tapi Yakinlah Pak Susno ada Allah yg menjaga bapak. MAJU TERUS PANTANG MUNDUR

  18. Yah begitulah jadinya bila berani melawan arus.
    Ternyata arus kemunafikan masih lebih kuat dibanding dgn arus kejujuran di negara tercinta ini.
    Ada tiga orang yang saya tahu berani melawan arus tsb :
    1. Munir ~ dgn suatu rekayasa yg sedemikian rupa akhirnya….
    2. Antasari Azhar ~ dgn umpan, padahal tak terpancing, akhrinya……..
    3. Susno Duadji ~ dgn kewenangan dari institusi, akhirnya….

    Antasari masih ada – Susno masih ada……. tapi masih adakah harapan dari apa yg akan & telah diperjuangkannya……. ” INDONESIA BERSIH “

  19. Mengapa rasuah korupsi membudaya dan sukar diberantas kerana kepimpinan nasional dan parlimen tidak niat beramal kearah itu. Mereka sarus terus sentiasa sidemo. Kes terkini pembongkaran skandal Bank Century syng jelas-jelas menohok hati nurani rakyat sengaja dibiarkan oleh Presiden SBY dan majoriti anggota parlimen. Jangan salah kalau sebentar lagi Maluku dan Papua juga Aceh menuntut kemerdekaan via lobi-lobi PBB. Pulau-pulau besar di Indoensia itu pasti akan merdeka satu per satu. Atau SBY akan dipaksa lengser segera. Bohong kalau rakan-rakan kami mahasiswa Indoensia dan seluruh rakyat itu nasibnya ditentukan Allah SWT. Semua rakyat negara manapun sesungguhnya nasib mereka ditentukan penguasa tempatan. Di Indonesia apalagi nasib kehidupan rakyat itu yang sengsara sangat itu nyata ditentukan penguasa, yang kali ini yalah SBY. Jadi tolol kalau awak semua masih percaya itu ditentukan Allah SWT.

    Di Amerika Sayrikat, Rusia dan bangsa-bangsa maju juga nasib rakyat itu ditentukan penguasa iaitu oleh Perdana Menteri atau Presiden. Kalau ia cerdas, baik dan pintar, ia nak sejahterakan rakyatnya. Kalau ia tolol, tak tegas dan peragu, rakyat semakin sengsara terlunta-lunta. Maka jangan hairan kalau di Indonesia, demonstrasi-demonstrasi nak berbuntut pelengseran SBY.
    Pemimpin di Indonesia bahkan tidak memiliki rencana jelas untuk membuat rakyatnya makmur merata. Pemimpin itu semata sandiwara dan tidak pandai mengurus hak-hak daripada rakyatnya. Rakyat Indoensia selalu ditipu dengan harga-harga itu melambung tinggi. Pun ini akan menyemai kumpulan-kumpulan pemberontakan dimana-mana di seluruh pulau. Mereka akan menguat dan akan memiliki daya tawar ke PBB. Ambil contoh Maluku dan Papua. Mereka akan meniru IRA, kumpulan pemisah separatis di Ireland Utara. IRA sekarang ini sudah tidak memberontak dan Ireland Utara selepas tercapai kesepakatan bersama Inggris maka Ireland Utara kini sudah lebih maju. Kami Malaysia pun kalah. Kalau Indoensia di sampah saja. IRA sempat berjuang keras sangat disokong Amerika Syarikat. Amerika Syarikat mengkhianati IRA, dengan berteman kepada Inggeris. Tetapi negara-negara maju macam itu, bagaimanapun, dengan alasan hak berkaitan hak setiap bangsa untuk merdeka, maka kerap memberi sokongan terhadap kumpulan-kumpulan separatis. Contoh dekat dan telah suskes yalah Timor Timur. Tujuan bermaksa untuk kepentingan sesaat Ekonomi Negara-Negara Besar dan bisa pula untuk melemahkan negara bersangkutan, ataupun untuk membuat repot negara tersebut. Misalnya terkini masih ada FARC yang menguat yakni gerakan separatis Colombia yg disokong Belanda. Ada pula ETA di Sepanyol, Ada kumpulan pemisah Muslim MILF di Filipina selatan dan banyak lagi. Persoalannya di Indoensia walaupun saat ini belum memiliki organisasi-organisasi separatis sekuat mereka itu tetapi bisa ebrlaku dalam masa dekat. Pulau-pulau itu akan mendapatkan perancangan matang expandabilas akan merdeka apabila kerajaan pusat Jakarta terus-terusan pesta korupsi. Di bawah SBY pemerintahan itu malah rasuah semakin menjadi-jadi dan semakin merata tidak terkawal. Rasuah membudaya, diciptakan sengaja, tidak terkawal ketat dalam kepimpinan nasional SBY yang hendak cari selamat saja.

    Gerakan kumpulan-kumpulan pemisah nak marak tetapi juga gerakan-gerakan revolusi. Apa yang diinginkan majoriti rakan-rakan mahasiswa militan Muslim Indoensia pasti tercipta berhasil. Mungkin ada baiknya. Negara dapat dikuasai misalnya oleh suatu Dewan intelektual, dibentuk Dewan Revolusi yang dibuat daripada kwlompok-kelompok cendekia Indonesia.
    Pun nak segera muncul lagi kumpulan-kumpulan pemisah di Aceh, di Papua dan di Maluku (RMS-nya) akan bangkit dan bersemi. Mereka akan mendapat angin perubahan segar dan sokongan dana dan senjata. Mereka akan terbiasa angkat senjata dan profesional. Walaupun Aceh kini tidak sempat sukses namun sikap berjuangannya tetap Aceh nak kan mendua seperti dulu walau kini mereka sedang mencari aman. Kalau saja Aceh dulu berjanji mahu membahagi migasnya kepada Amerika Syarikat kalau merdeka, tentu Amerika Syarkiat akan bisa buat Aceh merdeka. Aceh mahu mengamalkan itu tak dan senang dengan romantism keagamaannya dan lebih berorienatsi negara-negara Arab, Amerika Syarikat mahu tak. Maka menuntut kemerdekaan sekarang ini boleh dan PBB mahu sokong. Perjuangan angkat senjata mereka dan politik pun akan terakomodasi. Mereka akan mempunyai Tradisi Bersatu, kumpulan SDM punya, dan boleh bagi mengupayakan sokongan ke negara-negara maju hingga ke PBB. Kerana cnggih sokongan instansi-instansi itu dari Russia, China, bahkan instansi-instansi Amerika Syarikat, kerana berubahnya kepentingan. Situasi korup di Indonesia menjadikan negara-negara maju berhenti percaya kepimpinan SBY. Mereka tengok autonomi di Indonesia tak diamalkan benar, tak mensejahterakan rakyat di pulau-pulau itu. Membuat Amerika Syarikat dan kawan-kawannya berbalik menyokong kumpulan-kumpulan pemisah di Indonesia. Mereka akan menengok bahawa pengambilalihan dibuat Suharto atas Sukarno, blunder dan hanya semakin melanjutkan rasuah hampir di seluruh lapisan di neegri itu. Sejarah itu kesalahan.
    Negara-negara maju akan menengok pula bahawa tradisi aasuah kuat yang tertanam mengakar di Kesawan keselamatan Institusi-Institusi Orang-Orang (TNI / Polri) harus segera dihentikan. SBY yalah tentera yang disipilkan melalui pensiun tetapi pandai tak. Ada banyak kawannya di parlimen. Tetapi sekarang negara-negara maju macam Amerika Syarikat, Inggris, China dan Rusia akan berbalik bagi menyokong Prabowo, Wiranto dan Perempuan Pejuang Tulus Megawati Suakrnoputri untuk bersama-sama ambilalih kekuasaan dari tangan SBY.
    Bagaimana mengatasi rasuah adalah bagaimana memangkas kekuasaan lemah dalam ataupun dari SBY, yang diketahui tidak tegas terhadap bawahan-bawahannya. Generasi muda rakan-rakan mahasiswa Indoensia kini sudah jauh lebih pandai sangat. Bahkan seorang bekas guru besar mereka, Amien Rais, benar bahwa Indonesia harusnya menjadi negara Syarikat, macam kami Malaysia dan Amerika Syarikat, di mana masing negara agan berotonomi penuh tapi tetap Kesawan Satu payung Pusat dari segi militer. Di Indonesia pulau-pulau mempunyai autonomi palsu sekarang. Bagaimanapun Papua dll menuntut merdeka dan RMS akan berjaya sebab di belakangnya pun negara-negara maju macam Kerajaan Belanda. Mereka mempunyai kepentingan ekonomi dan histori sangat besar atas Indonesia. Kalau bukan negara Syarikat maka tentu jalan merdeka yalah terbaik utnuk pulau-pulau. Ini akan berlaku ketika kepemimpinan nasional SBY sekarang tidak beramal tegas memberantas rasuah kelas besar macam skandal Bank Century. [Ada opini berbeza sila majukan ke kami: sitiazizahbintihasyim@msckl.my].

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s