Putri Diana Berniat Menikahi Pria Muslim


www.ladydi.esNiat mendiang Putri Diana untuk menikah lagi ternyata bukan isapan jempol. Pelayan setia Diana, Paul Burrel mengungkapkan majikannya itu pernah mempertimbangkan untuk menikah dengan pria muslim tapi bukan Dodi Al Fayed, pacar Diana yang tewas bersamanya dalam kecelakaan mobil di Paris, Prancis, 10 tahun silam. Lalu kenapa lidah Trevor Rees-Jones, pengawal Dodi harus dipotong oleh pihak berwenang?

oleh Rusdi Mathari
PRIA yang telah menambat hati istri Pangeran Charles, pewaris Kerajaan Inggris itu menurut Burrel adalah seorang dokter spesialis jantung bernama Hasnat Khan. Burrel mengatakan, untuk keperluan[pernikahan] itu dia bahkan sempat menghadap seorang pendeta paroki untuk menanyakan boleh tidaknya pernikahan antara seorang wanita Kristen dengan pria muslim.

Tidak dijelaskan oleh Burrel, apa penjelasan pendeta tentang hal itu dan bagaimana kelanjutan dari niat menikah dari Diana.

Dia hanya menyimpulkan hubungan dekatnya dengan Diana.  “Saya ada di sana, saya tinggal dengan dia, saya tahu semua yang ada di pikirannya,” kata Burrel [lihat “Diana sempat 'akan kawin lagi'” BBC.Indonesia.com, Senin 14 Januari 2008].

Burrel adalah pelayan Diana dan mengabdi selama 10 tahun terakhir sebelum tragedi berdarah, Sabtu subuh 31 Agustus 1997 yang merenggut nyawa Diana dan Dodi.

Penjelasannya kepada Peter Hunt wartawan BBC  itu, seolah hendak menjawab teka-teki seputar kematian Diana yang hingga kini masih terus disidangkan dan dibicarakan banyak orang.

Juni 2003 , harian Sunday Times sempat mengadakan jajak pendapat untuk mengurai teka-teki kematian Diana.

Hasilnya sebagian publik [27 persen] Inggris percaya, Puteri Diana tewas karena dibunuh tapi sebagian yang lain [51 persen] berpendapat Diana tidak dibunuh. Sisanya sebanyak 22 persen tidak memberikan opini.

Pada pol yang dilakukan oleh perusahaan bernama NOP itu, kepada responden juga diajukan pertanyaan apakah ada upaya pihak berwenang untuk menutup-nutupi kasus kematian Putri Diana.

Atas pertanyaan itu, mereka menjawab, ada banyak hal yang ditutup-tutupi seputar kematian putri itu [lihat "Sebagian Warga Inggris Yakin Lady Di Dibunuh" Kompas 2 September 2003].

Dua kisah
Hingga masa persidangan 3 Oktober 2007, Hakim Agung Scott Baker yang mengetuai persidangan untuk mengungkap tragedi tersebut, juga terus mengumpulkan latar belakang kasus kematian Diana. Dia misalnya telah membeberkan dua kisah yang sangat berbeda mengenai peristiwa tabrakan maut tersebut.

Versi pertama, pengemudi Henri Paul, dalam keadaan mabuk dan membawa mobil dalam kecepatan tinggi, sehingga terjadi tabrakan.

Versi lainnya dikembangkan oleh Mohamad Al-Fayed, ayah Dodi Al-Fayed, yang mengatakan kejadian tersebut adalah sebuah konspirasi.

esencia21.wordpress.comAl-Fayed menuduh Pangeran Philip, suami Ratu Elizabeth II mengerahkan agen Badan Rahasia Inggris dalam konspirasi untuk membunuh Diana dan Dodi. Tindakan itu dilakukan, antara lain, karena Diana sedang mengandung hasil hubungannya dengan Dodi.

Al-Fayed mengusulkan agar Ratu Elizabeth II, Pangeran Philip dan Pangeran Charles diminta tampil sebagai saksi [lihat Metrotvnews.com Kamis, 04 Oktober 2007].

Singkat kata Al Fayed meyakini ada konspirasi jahat yang dirancang oleh Istana Buckingham untuk menghabisi kedua orang itu agar tidak terjadi pernikahan antara ibu pewaris tahta dari kerajaan Kristen dengan seorang muslim.

Sebelum kecelakaan maut itu terjadi, Diana dan Dodi memang sepasang kekasih yang dimabuk cinta, menyusul ketidakharmonisan rumah tangga Diana dengan Pangeran Charles. Keduanya lalu sering diburu oleh juru foto lepas tak terikat satu penerbitan yang dikenal dengan istilah paparazzi— termasuk di tempat-tempat di mana mereka biasa berlibur.

Pada 31 Agustus 1997, Diana dan Dodi dipergoki oleh para wartawan sedang berada di Hotel Ritz, Paris. Di hotel itu keduanya juga “dikepung” paparazzi.

Menjelang Subuh, ketika Mercedez Benz S-280 yang ditumpangi Diana, Dodi, dan Henri Paul [sopir] keluar dari hotel,  paparazzi membututi dengan sepeda motor. Bak cerita film, kejar-kejaran pun berlangsung hingga di Place de I’Alma [sebuah terowongan], mobil mewah milik hotel itu menghantam sebuah pilar.

Mobil yang dikendarai dengan kecepatan 200 kilometer itu ringsek: Dodi tewas di tempat kejadian, Diana dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan sekarat, sementara Paul tewas dan Trevor Rees-Jones [pengawal Dodi] luka berat.

Llau di rumah sakit de La Pitie-Salpetriere, Paris, para dokter gagal menyelamatkan sang puteri. Dia tewas pada pada sekitar 09.00 pagi atau sekitar 5 jam setelah kecelakaan. blogs.periodistadigital.com

Anggur, Islam dan ranjau darat
Tak lalu kecelakaan itu sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Ia tak cukup dijelaskan bahwa sebuah Mercedez S 280 [semula, diduga Mercedes S 600 yang lebih unggul] menabrak pilar terowongan di Paris dan ringsek berat.

Muncul kemudian apa yang disebut sebagai dugaan dan sebagian menyebutkan konspirasi: kecelakaan itu adalah pembunuhan yang melibatkan dinas intelijen Inggris dan Prancis dan bahkan Israel. Dugaan dan juga teori konspirasi itu lalu dibumbui soal sensitif yaitu agama: dikabarkan Dian dibunuh karena dia ingin masuk Islam.

Semula pada masa-masa awal, menguat sebuah tuduhan bahwa paparazzi itulah yang menyebabkan mobil melenceng dan menghantam pilar beton, selain tentu saja tanpa mengesampingkan sama sekali dugaan yang lain-lain dari yang masuk akal sampai yang seperti khayalan.

Belakangan tuduhan terhadap paparazzi mengendur karena baik jaksa dan polisi Prancis menemukan “fakta baru” yaitu faktor sopir mabuk sebagai penyebab kecelakaan.

Paul, sopir itu, berdasarkan pemeriksaan darahnya, diduga minum satu setengah botol anggur sebelum meluncur bersama Dodi, majikannya, dan Diana, juga pengawal bernama Rees-Jones dari Hotel Ritz.  Sopir itu juga diduga tidak punya surat izin mengemudi khusus untuk menyetir limosin.

Namun seolah hendak membantah tuduhan para polisi dan jaksa Prancis, jaringan televisi CNN pada pekan pertama September 1997 menyiarkan rekaman video keamanan Hotel Ritz, hotel tempat Paul bekerja sebagai petugas keamanan peringkat II.

Michael Cole, pengacara keluarga Al Fayed juga muncul di layar televisi dan menjelaskan semua adegan dalam rekaman yang diputar berulang-ulang itu. Singkat cerita, dari rekaman disimpulkan Paul tidak mabuk.

Di situ Paul tampak berbicara dengan staf hotel yang lain dan tidak ada tanda-tanda bahwa ia teler. Menurut Cole, tidak mungkin Paul minum alkohol sampai tiga kali di atas kadar yang dibolehkan untuk mengemudi.

Lalu, bagaimana menjelaskan temuan ahli forensik yang memeriksa darah Paul?

Seorang ahli patologi Inggris dari Universitas Glasgow yang disewa oleh keluarga Al Fayed, Peter Vanezis, mengatakan, tes darah yang dilakukan kurang akurat. Kata dia, yang diperiksa polisi hanya satu contoh darah, sedangkan tiga contoh lain tidak diperiksa.

Padahal, darah dari bagian-bagian tubuh Paul yang sudah remuk itu kemungkinan besar telah tercemar, tercampur dengan bahan-bahan lain, sehingga memberi hasil yang keliru.

Kadar gula dalam darah, bila darah tak disimpan secara memadai, memang akan menjadi alkohol. Bila ini yang terjadi, kata Vanezis, bisa saja darah Paul mengandung alkohol tanpa dia minum setetes pun  minuman keras  [lihat “Menunggu Darah Paul dan Kesaksian Jones” majalah D&R 13 September 1997].

Sebenarnya ada saksi kunci atas tragedi itu. Dia adalah Rees-Jones pengawal pribadi Dodi, yang duduk di depan di samping sopir yang selamat dalam kecelakaan meski pun sekarat.

Namun hingga masa itu dan masa-masa selanjutnya, dia tak bisa dimintai keterangan karena lidah Jones [kabarnya] “terpaksa” dipotong untuk menyelamatkan nyawanya.

Apakah pemotongan lidah Jones itu karena disebabkan oleh luka parah dan membusuk, sehingga karena itu pemotongan dianggap perlu dilakukan untuk memudahkan bernapas atau justru untuk membungkam kesaksian Jones— hingga kini belum terungkap.

www.actiefondsmijnenruimen.nlDugaan lain, Diana memang dibunuh tapi tidak karena motif cintanya kepada Dodi dan niatnya [kalau memang ada] untuk masuk Islam melainkan karena aktivitasnya yang rajin berkampanye anti ranjau darat.

Diana memang juru kampanye untuk pemusnahan senjata yang mengerikan itu dan berhasil mengajak sejumlah untuk menekan traktat antiranjau.

Hasilnya negara yang bersedia untuk tidak menggunakan ranjau darat terus meningkat, dari semula 30 negara menjadi 65 negara dalam waktu setahun. Kenyataan semacam itulah yang konon, membuat negara-negara produsen senjata dan peralatan perang seperti Amerika Serikat, Cina, Rusia, dan Israel terpaksa kehilangan pasar— keempat negara itu memang diketahui tidak meneken perjanjian anti ranjau [lihat "Teka-Teki Dibalik Kematian Putri Diana ...." lenakei.multiply.com].

Singkat cerita, produsen-produsen senjata itu lantas diisukan menyusun skenario kematian untuk Diana.

Mana yang [mendekati] benar? Hingga kini belum penjelasan lanjutan.

Dan pengakuan Burrel, tentu saja akan menambah fakta lain tentang teka-teki kematian putri ayu yang selama hidupnya dikenal suka tersenyum itu.

Ketika wawancara Burrel dengan BBC dimuat pada Senin 14 Januari 2008, Hasnat Khan yang disebut-sebut oleh Burrel kemudian juga membuka suara dan membeberkan hubungannya dengan sang putri tapi dia menolak hadir untuk pemeriksaan dirinya yang akan berlangsung di London [lihat "Mantan Pacar Putri Diana Buka Suara" INILAH.COM Senin 14 Januari 2007].

Hasnat Khan kini tinggal di Pakistan.

About these ads

10 pemikiran pada “Putri Diana Berniat Menikahi Pria Muslim

  1. wah ternyata banyak menyimpan teka-teki ya dari tragedi itu…
    entah itu ada konspirasi zionisme, entah itu masalah kampanye dia tentang anti ranjau darat….

    keren artikelnya…. :)

  2. Saya begitu menyayangi Puteri Diana. Saya menyukainya sejak saya berumur 3 tahun. Apakah wanita yang memiliki kecantikan dan kebaikan sepertinya,pantas dibunuh? Orang seperti apa yang tega membunuhnya? Satu jawaban. Kebenaran. Selamat jalan Yang mulia Diana. Mungkin kami akan kehilangan sosok puteri,namun di surga bertambah satu bidadari…

  3. Ada beberapa artikel ini yang tidak sesuai dengan kenyataan..
    salah satunya referensi dari media elektronik ataupun media cetak. Saat saya tinjau referensinya tidak ada yang menyatakan qoute tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s