Orang yang terkena serangan stroke harus tetap berada di tempat semula di mana dia terjatuh (misalnya: kamar mandi, kamar tidur atau di mana saja). Jangan dipindahkan! Memindahkan si penderita dari tempat semula, akan mempercepat pecahnya pembuluh darah halus di otak.
Surat Pembaca Pikiran Rakyat, Kamis 3 Februari 2005
oleh Aditya S.N.
Puri Cipageran Indah 2 A1 No.26
Cimahi 40552
BILA di antara pembaca ingin melakukan pertolongan saat serangan awal stroke terjadi, berikut saya berikan salah satu cara pertolongan pertama yang dianggap cukup efektif (pertolongan gawat darurat yang dapat dilakukan).
Sebagaimana diketahui, orang yang mendapat serangan stroke, seluruh darah di tubuh akan mengalir sangat kencang menuju pembuluh darah di otak. Apabila pertolongan awal sedikit terlambat, maka pembuluh darah di otak tidak akan kuat menahan aliran darah yang mengalir dengan deras, dan pembuluh darah akan segera pecah sedikit demi sedikit.
Untuk menghadapi keadaan demikian, jangan panik dan tetap tenang.
Untuk menghadapi keadaan demikian, jangan panik dan tetap tenang. Orang yang terkena serangan stroke harus tetap berada di tempat semula di mana dia terjatuh (misalnya: kamar mandi, kamar tidur atau di mana saja). Jangan dipindahkan! Memindahkan si penderita dari tempat semula, akan mempercepat pecahnya pembuluh darah halus di otak.
Penderita harus dibantu dengan mengambil posisi duduk yang baik agar tidak terjatuh lagi, dan pada saat itu pertolongan pertama dapat dilakukan.
Pertolongannya yaitu: siapkan jarum (suntik, jahit, pentul, peniti) dan sterilkan dahulu dengan cara dibakar di atas api. Setelah itu lakukan penusukan pada 10 ujung jari tangan. Titik penusukan kira-kira 1 cm dari ujung kuku. Setiap jari cukup ditusuk 1 X saja dengan harapan setiap jari mengeluarkan 1 tetes darah (bila darah tidak keluar bisa dibantu dengan cara dipencet sampai darah keluar). Dalam jangka waktu kira-kira 10 menit penderita akan segera sadar kembali.
Bila mulut penderita tampak miring/tidak normal, maka kedua daun telinga si penderita harus ditarik-tarik sampai berwarna kemerah-merahan. Setelah itu lakukan 2 X penusukan pada masing-masing daun telinga sehingga darah keluar sebanyak 2 tetes dari setiap daun telinga. Dengan demikian dalam beberapa menit kemudian bentuk mulut si penderita akan normal kembali.
Setelah keadaan penderita pulih dan tidak ada kelainan yang berarti, bawalah si penderita dengan hati-hati ke dokter/rumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan lebih lanjut.
Semoga tips PPPK serangan stroke ini dapat berguna bagi pembaca di mana saja berada.
DIarsipkan di bawah: Tentang











setauku ini hoax deh mas ..
dah di cek lagi belum ???
Emmy yang baik
Setidaknya tulisan itu berasal dari surat kabar resmi: Pikiran Rakyat. Surat itu aku dapat dari milis Pantau Komunitas, bertahun-tahun lalu, aku lupa tapi terus menyimpannya di komputerku. Terima kasih untuk semua perhatianmu. Satu hal yang paling aku takutkan adalah merasa ada. Blog ini memintal-mintal rasa itu terus menerus dan aku semakin takut. Persis seperti isi blogmu Emy: Mengapa emmy …siapa emmy. Nice posting.
wah bagus nich infonya, makasih ya pak.. cukup masuk akal kok karena stroke kan terjadi akibat penyempitan pembulluh darah
Saya juga pernah dapet imel seperti ini beberapa tahun yang lalu. Berhubung mama ada penyakit darah tinggi, jadinya cara tsb kami sosialisasikan kepada seluruh orang di rumah (termasuk PRT karena merekalah yang lebih sering berada di sekitar mama ketika kami ngantor).
Awal tahun 2008, mama mengalami serangan darah tinggi yang salah satu cirinya adalah tertariknya bibir ke kiri (atau kanan, saya lupa). Segera kami praktekkan cara tusuk jarum untuk pertolongan pertama. Alhamdulillah, bibir mama berangsur kembali… (meskipun saat itu, belum seluruh jari kami tusuk jarum dan dikeluarkan darahnya). Mama segera kami larikan ke RS. Meskipun dokter mengatakan bahwa cara tersebut belum terbukti secara klinis mengurangi serangan stroke, tapi kami berpendapat setidaknya kami telah berusaha yang terbaik mengurangi penderitaan dan akibat yang dapat ditimbulkan dari serangan tersebut.
So, saran saya:
1. Sosialisasikan hal ini kepada keluarga dan orang2 yang sering berada di sekitar atau yang menjaga si penderita.
2. Sediakan jarum steril di lokasi yang mudah diingat dan di luar jangkauan anak kecil. Jika kurang yakin apakah jarum yang akan dipakai itu steril atau tidak, bisa membeli jarum sekali pakai yang digunakan untuk test gula darah yang bisa dibeli di apotek2.
3. Jika bisa, selalu tersedia tensi meter untuk memantau tekanan darah penderita.
semoga tips bisa bermanfaat bagi kita semua ok